Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Rico Nainggolan Kembali Pimpin AMPDT, AMDAL Hotel di Danau Toba Jadi Prioritas Pengawasan

Senin, September 21, 2026, 11:03 WIB Last Updated 2026-09-21T04:03:55Z


Simalungun, kompasone.com – Aliansi Mahasiswa/Pemuda Peduli Danau Toba (AMPDT) kembali menegaskan sikapnya dalam mengawal kelestarian lingkungan kawasan Danau Toba. Dalam Kongres Nasional AMPDT yang berlangsung 18–20 September 2026 di Mess Pemprovsu Harungguan Bolon, Parapat, Rico Nainggolan kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode kedua.


Keputusan itu diambil secara aklamasi dan dihadiri para Koordinator Wilayah serta sejumlah tokoh masyarakat kawasan Danau Toba.


Kembali dipercaya memimpin AMPDT, Rico menegaskan periode keduanya akan diarahkan untuk memperkuat pengawasan masyarakat terhadap pembangunan di kawasan Danau Toba, khususnya pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.


Salah satu isu yang menjadi perhatian utama AMPDT adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan hotel di kawasan Danau Toba.


“Saya berterima kasih atas amanah yang kembali diberikan. Pada periode baru ini, AMPDT menegaskan bahwa AMDAL pembangunan hotel di kawasan Danau Toba menjadi isu prioritas yang akan kami kawal ketat,” tegas Rico dalam keterangannya, Sabtu (20/9/2026).


Menurutnya, pembangunan hotel dan berbagai akomodasi komersial di sekitar Danau Toba harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan lingkungan hidup.


AMPDT juga menilai keterbukaan dokumen AMDAL serta pengelolaan limbah menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, aktivitas pembangunan maupun operasional hotel berpotensi bersinggungan langsung dengan ekosistem perairan Danau Toba dan ruang hidup masyarakat di sekitarnya.


Rico menyebut AMPDT telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pengawasan.


Langkah tersebut di antaranya audit independen bersama, mendorong pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup melakukan peninjauan terhadap izin AMDAL hotel yang baru dibangun, telah beroperasi maupun masih dalam tahap perencanaan.


Selain itu, AMPDT akan mendorong pembentukan Posko Pengaduan Lingkungan sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan terkait dugaan dampak aktivitas usaha terhadap lingkungan.


“Dalam waktu dekat kita akan menyiapkan kanal laporan bagi masyarakat lokal yang terdampak langsung oleh aktivitas hotel. Kita juga akan melakukan edukasi dan advokasi, termasuk memberikan pendampingan hukum kepada komunitas adat terkait hak-hak mereka dalam menjaga ruang hidup di sekitar Danau Toba,” ujar Rico.


Ia menegaskan, AMPDT tidak berada pada posisi menolak perkembangan pariwisata maupun investasi di kawasan Danau Toba. Namun, pembangunan ekonomi menurutnya harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.


“Kami mendukung kemajuan ekonomi dan pariwisata Danau Toba, namun investasi tidak boleh mengorbankan masa depan lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat, khususnya ekosistem kawasan Danau Toba,” tegasnya.


Dengan kembali terpilihnya Rico Nainggolan, AMPDT memasuki periode kedua kepemimpinannya dengan agenda yang lebih menitikberatkan pada pengawasan pembangunan, keterbukaan AMDAL, pengelolaan limbah, serta perlindungan ruang hidup masyarakat di kawasan Danau Toba.


(M.T)

Iklan

iklan