Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

HCY Perkuat Ekosistem Halal Yogyakarta hingga Kancah Internasional

Selasa, September 22, 2026, 11:45 WIB Last Updated 2026-09-22T04:45:30Z

Yogyakarta, kompasone.com — Halal Club Yogyakarta (HCY) menyelenggarakan Rapat Istimewa guna merumuskan visi, misi, serta arah strategis organisasi ke depan. Pertemuan strategis ini berlangsung pada Rabu (16/9/2026) di Ruang Yudistira, Gedung Bima, Balai Kota Yogyakarta. Hadir dalam acara ini Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Prof Dr Edy Suandi Hamid.


GKR Mangkubumi dalam kesempatan ini memberikan arahan dan menyampaikan harapannya agar HCY mampu berkembang hingga ke tingkat internasional, serta secara khusus menyoroti potensi gudeg sebagai produk unggulan Yogyakarta untuk dapat go international. 


Wawan Harmawan dalam sambutannya berharap peran HCY tidak terbatas pada fasilitasi sertifikasi halal semata, melainkan memiliki cakupan yang lebih luas. Hal ini diperkuat dengan pemaparan Manifesto HCY oleh salah satu Dewan Pakar MES DIY Ahmad Akbar Susanto, yang menegaskan bahwa organisasi yang berdiri sejak tahun 2018 ini meyakini industri halal harus mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing.


Prof Edy Suandi Hamid dalam acara ini mengungkapkan bahwa HCY tidak hanya berbicara pada aspek ekonomi, tetapi berpotensi menyentuh ranah politik halal maupun budaya halal. ”Misi utamanya adalah dakwah untuk menumbuhkan kesadaran akan halal,” kata Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta ini.


Dari sisi rekam jejak, Mursida Rambe yang merupakan salah satu Dewan Pembina MES DIY menjelaskan bahwa kiprah HCY telah terlihat nyata sejak tahun 2019 melalui kerja sama pengembangan Pasar Beringharjo menuju pasar halal, penyelenggaraan FGD Pentahelix bersama Bank Indonesia (BI) DIY, hingga partisipasi dalam program SIBAKUL Halal bersama Dinas Koperasi DIY. ”Saat ini, tercatat terdapat 56 stakeholder halal di Yogyakarta yang tergabung bersama BI dan Bank Syariah Indonesia (BSI),” tambahnya.


Sejumlah peserta rapat turut memberikan masukan untuk memperluas cakupan gerakan halal di Yogyakarta. Dari sektor kesehatan, misalnya, muncul gagasan penguatan ekosistem halal dan syariah di rumah sakit. Sementara dari sektor pendidikan disampaikan pentingnya mendorong pemahaman halal agar tidak berhenti pada produk, sertifikasi, maupun penggunaan logo, tetapi berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.


Bhenu

Iklan

iklan