Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

HARDIKDA ke-67, Pemko Langsa Tegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

Rabu, September 02, 2026, 11:57 WIB Last Updated 2026-09-02T04:57:33Z

 


Kota Langsa, kompasone.com – Pendidikan menjadi fondasi utama dalam menentukan masa depan Aceh. Semangat memajukan pendidikan dan menyiapkan generasi masa depan kembali ditegaskan Pemerintah Kota dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Aceh ke-67, Rabu (2/9/2026).


Mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat”, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan generasi hari ini.


Peringatan HARDIKDA ke-67 di Kota Langsa dilaksanakan melalui upacara di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa. Upacara dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disdikbud Kota Langsa, Sopian, S.Pd., MM., M.Pd., serta diikuti para kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Langsa, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik.


Dalam amanat Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa HARDIKDA bukan sekadar peringatan atau seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi sejauh mana pendidikan Aceh telah berkembang dan memberikan dampak terhadap masa depan generasi muda.


“Karena kita semua memahami, masa depan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini,” demikian disampaikan dalam amanat Gubernur Aceh.


Gubernur menyampaikan bahwa pendidikan unggul tidak semata-mata diukur dari capaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, kreativitas, inovasi dan integritas generasi muda agar memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun global.


Pendidikan juga disebut sebagai investasi masa depan yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan. Aceh yang Islami membutuhkan generasi berilmu dan berakhlak, Aceh yang maju membutuhkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara Aceh yang bermartabat membutuhkan generasi yang memiliki integritas dan prestasi.


Karena itu, pembangunan pendidikan ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, guru, kepala sekolah, orang tua, dunia usaha dan masyarakat harus bergerak dalam satu semangat untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata.


Dalam amanatnya, Gubernur Aceh juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk menyelaraskan pembangunan pendidikan daerah dengan kebijakan nasional, khususnya penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, teknologi, kesehatan, olahraga serta pemberdayaan generasi muda.


Menurutnya, anak-anak Aceh harus dipersiapkan bukan hanya untuk mampu bersaing di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga memiliki kemampuan untuk tampil dan berprestasi di tingkat internasional.


Gubernur turut memberikan apresiasi kepada para guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua dan peserta didik atas berbagai prestasi yang telah ditorehkan dalam bidang akademik, olahraga, seni dan budaya hingga kompetisi tingkat nasional maupun internasional.


Ia menegaskan, potensi anak-anak Aceh sangat besar dan yang diperlukan adalah kesempatan, pembinaan, guru yang terus meningkatkan kompetensi serta lingkungan pendidikan yang mendukung.


“Anak-anak Aceh memiliki kemampuan yang luar biasa. Yang kita butuhkan adalah kesempatan, pembinaan, guru yang terus belajar dan lingkungan pendidikan yang mendukung,” ujarnya.


Selain peningkatan kualitas pendidikan, perhatian juga diarahkan pada kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Menyikapi kondisi Aceh yang memiliki potensi berbagai bencana, satuan pendidikan diminta menjadikan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari budaya sekolah.


Guru dan kepala sekolah diharapkan mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi keadaan darurat, termasuk memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa maupun bencana lainnya.


Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana. Dukungan melalui anggaran APBN diarahkan untuk revitalisasi, rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan yang terdampak.


Untuk jenjang SMK, tercatat 93 sekolah negeri dan swasta terdampak banjir, sementara pada jenjang SMA terdapat 344 sekolah yang terdampak. Pemerintah Aceh memastikan proses pemulihan terus dilakukan agar peserta didik dapat kembali memperoleh layanan pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman dan layak.


Di akhir amanatnya, Gubernur Aceh kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat program pendidikan, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, kompetensi guru serta pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil dan pedalaman.


“Mari kita bersama-sama mewujudkan Aceh maju melalui pendidikan unggul. Dengan tekad dan kerja keras kita, saya yakin Aceh akan mampu menghasilkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter mulia,” demikian amanat Gubernur Aceh.


Peringatan HARDIKDA ke-67 di Kota Langsa diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh insan pendidikan dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, integritas dan semangat untuk membangun daerah serta bangsa.


Rizco Ns

Iklan

iklan