Gunungkidul DIY, Kompasone.com — Ada pepatah "Menyelam Sambil Minum Air", cara sederhana yang dilakukan oleh orang nomor dua di Kabupaten Gunungkidul yang sekaligus merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI).
Joko Parwoto, SE., MM. yang merupakan Wakil Bupati Gunungkidul sekaligus Ketua Tani Merdeka Indonesia ini, dengarkan keluh kesah petani di Padukuhan Gembuk, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus. Ia duduk di sebuah gasebo di tepi jalan berbaur dengan masyarakat langsung, didampingi Suyono Carik Kalurahan Tepus Joko Parwoto dengarkan keluhan masyarakat yang disampaikan oleh Suradal Ketua Gapoktan Tepus.
Suradal sampaikan bahwa Padukuhan Gembuk belum terjangkau pipanisasi dari PDAM, sedang untuk kebutuhan air masyarakat beli tanki, untuk harga pertankinya tergantung jauh dekatnya lokasi,
"Kami berharap dengan kondisi ini Pemerintah Daerah bisa memberikan solusi agar kebutuhan air tercukupi," harapnya (1/9/26).
Hal tersebut di kuatkan oleh Carik Kalurahan Tepus, Suyono sampaikan bahwa sebetulnya di Kalurahan Tepus itu tidak kekurangan air. Karena sumber air di tepus itu ada,
"Hanya saja bagaimana cara membawa air ini agar sampai kepemukiman," sebut Carik Tepus.
Berdasarkan riset dari beberapa LSM yang bekerja sama dengan kami di Tepus ini ada sumber mata air yang besar, yaitu di cluwakan. Yang debitnya mencapai 20 liter perdetik. Hanya saja untuk menaikan air sampai kepemukiman ini butuh anggaran besar sekitar 4,5 milyar menurut riset.
"Banyak yang survei kesini, hanya saja sampai saat ini belum ada yang serius menangani, survei pulang dan tidak kembali sampai saat ini," keluhnya.
Kalau sumur bur, kata Suyono, sudah pernah ada yang ngebur namun tidak mendapatkan mata air, namun jika yang di bur itu mendekati pantai yang sudah terjadi ini 25 meter sudah dapat sumber air dan debitnya besar. di Kalurahan Tepus ini ada dua puluh Padukuhan, yang memperihatinkan kebutuhan airnya ini di sektor timur yang terdiri dari tujuh Padukuhan.
"Terkait apa yang menjadi keluhan kami ini, kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Karena jika sumber air tersebut akan melewati tegalan (ladang) untuk sektor pertanian dan sampai di pemukiman untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.
Menyikapi kekeringan panjang dan keluhan masyarakat terkait kebutuhan air di Padukuhan Gembuk, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Joko Parwoto bekerjasama dengan pengusaha sukses dari Jakarta, namun berasal asli putra dari Gunungkidul Hj Rini Syjiyanti, SE., MM. Salurkan 20 tanki bantuan air bersih di Padukuhan Gembuk (01/9/26). Hadir pula pengurus TMI DPD Gunungkidul, Bety (Penasehat) TMI, Umi Widyaningsih (Bendahara) TMI dan jajaran pengurus DPD TMI Gunungkidul lainya.
( Mbah Pri )

