Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Polresta Tangerang Giat Serdik Sespimmen dan Penutupan Latian Pengamanan Kawasan Industri

Jumat, Agustus 14, 2026, 11:29 WIB Last Updated 2026-08-14T04:29:40Z

Tangerang, Kompasone.com- Keamanan kawasan industri tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan kamtibmas. Di tengah tingginya aktivitas industri dan investasi, keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan produksi, kepastian usaha, hingga ketahanan ekonomi daerah.


Perspektif tersebut menjadi perhatian Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg Ke-67 Tahun Anggaran 2026 Kelompok Latihan (Poklat) XXI melalui Latihan Management Course (MC) Level III (Strategic Skill) di Polresta Tangerang, Polda Banten.


Kajian yang diangkat bertajuk “Optimalisasi Pengamanan Kawasan Industri Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Dalam Rangka Terlaksananya Pembangunan Daerah"


Melalui kajian tersebut, Poklat XXI mendorong penguatan pola pengamanan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada penanganan gangguan keamanan, tetapi juga mampu mengantisipasi berbagai potensi persoalan yang dapat menghambat aktivitas ekonomi.

“Industri Aman, Ekonomi Bertumbuh menjadi fondasi penting dalam mendukung ketahanan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan daerah.”


Tangerang, Kawasan Strategis Industri

Wilayah hukum Polresta Tangerang memiliki posisi strategis dengan luas mencapai 641,4 kilometer persegi, mencakup 19 kecamatan dan dihuni lebih dari 2,06 juta jiwa.

Posisi Tangerang yang menjadi salah satu simpul penghubung DKI Jakarta, Banten, hingga jalur menuju Sumatra membuat kawasan ini memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi. Beragam industri, mulai dari skala besar, menengah, hingga kecil, tumbuh dan bergerak di wilayah tersebut.


Kondisi itu sekaligus menghadirkan tantangan bagi kepolisian. Aktivitas industri yang padat beriringan dengan dinamika ketenagakerjaan, mobilitas masyarakat, lalu lintas distribusi barang, hingga potensi konflik hubungan industrial.

Karena itu, pengamanan kawasan industri membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis pemetaan risiko.


Diagnosis Internal dan Pemetaan Lingkungan

Dalam latihan tersebut, para Serdik melakukan Organization Health Audit (OHA) untuk melihat kesiapan internal Polresta Tangerang dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan di kawasan industri.

Audit tersebut mencakup sejumlah fungsi kepolisian, antara lain Bag Ops, Satintelkam, Satsamapta, Satbinmas, Satreskrim, Satlantas, hingga Polsek jajaran.


Selain melihat kondisi internal organisasi, kajian juga menggunakan pendekatan Environmental Scanning (ES) berbasis PESTEL.

Pendekatan ini dilakukan deungan mempertimbangkan berbagai faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan regulasi yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan serta hubungan industrial.


Pemetaan tidak dilakukan secara internal kepolisian saja. Pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, pelaku usaha, serikat pekerja, hingga masyarakat turut menjadi bagian dari proses pengumpulan perspektif.

Langkah tersebut penting karena gangguan terhadap aktivitas industri tidak selalu bermula dari persoalan kriminalitas. Konflik hubungan industrial, persoalan sosial, perubahan kebijakan, hingga gangguan distribusi dapat berkembang menjadi persoalan keamanan apabila tidak diantisipasi sejak awal.


Keamanan sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Hasil kajian manajerial MC Level III kemudian diserahkan sebagai masukan dan rekomendasi strategis bagi pimpinan Polresta Tangerang.

Pesan besarnya jelas: keamanan kawasan industri harus dibangun melalui kolaborasi.


Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah daerah memiliki peran dalam kebijakan dan tata kelola wilayah, sementara pengelola kawasan serta pelaku usaha memiliki kepentingan langsung terhadap keberlangsungan kegiatan produksi. Di sisi lain, pekerja dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial di sekitar kawasan industri.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif.


“Pengamanan kawasan industri bukan hanya menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi dunia usaha, menjaga kelancaran produksi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.”

Pada akhirnya, konsep “Industri Aman, Ekonomi Bertumbuh” menempatkan keamanan sebagai bagian dari strategi pembangunan.


Ketika kawasan industri aman, aktivitas produksi dapat berjalan lebih lancar. Ketika produksi berjalan, roda ekonomi bergerak. Dan ketika iklim usaha terjaga, investasi serta pembangunan daerah memiliki ruang yang lebih kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan.


Bagi Tangerang, penguatan pengamanan kawasan industri dengan pendekatan kolaboratif menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.


(Novi Gondrong)

Iklan

iklan