TAPUT, kompasone.com — Di tengah wilayah yang masih menyimpan jejak bencana longsor 25 November 2025 lalu, masyarakat Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Upacara digelar di tanah lapang Kecamatan Adian Koting, Senin (17/8). Peringatan kemerdekaan tersebut diikuti unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, pelajar dan masyarakat.
Berbeda dari pelaksanaan upacara pada umumnya, pembacaan teks Proklamasi dalam upacara tersebut dilakukan tokoh masyarakat setempat, Binton Simorangkir.
Sementara amanat Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) dibacakan Camat Adian Koting Lamiduk Sinaga.
Dalam pidatonya, JTP mengingatkan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia menegaskan pemerintah harus hadir bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani masyarakat.
“Publik akan terus kita perkuat. Pemerintah harus hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani,” demikian pesan JTP dalam pidato yang dibacakan Camat Adian Koting.
Menurutnya, setiap aparatur sipil negara harus memiliki semangat melayani dan bekerja secara profesional, berintegritas, responsif serta bertanggung jawab. Kehadiran pemerintah, kata dia, harus dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan berkeadilan.
JTP juga mengakui masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah, mulai dari infrastruktur, perlindungan dan pelayanan masyarakat hingga persoalan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan dan pertanian.
“Keterbatasan bukan alasan, justru menjadi motivasi bagi kita untuk bekerja lebih cerdas, lebih efisien, lebih kreatif, dan lebih kuat dalam membangun kebersamaan,” ujarnya.
Khusus bagi wilayah pedesaan, JTP menekankan pentingnya memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi bencana, perubahan iklim serta berbagai risiko yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.
Desa, menurutnya, harus terus diperkuat agar mampu menjadi desa yang mandiri dan produktif dengan mengembangkan potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia.
"Kita ingin pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi hadir sampai ke desa-desa, menjangkau masyarakat di pelosok, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Tapanuli Utara,” katanya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi masyarakat Adian Koting yang pernah mengalami bencana longsor pada 25 November 2025. Momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali semangat masyarakat dalam bangkit dan membangun daerah.
JTP juga menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu investasi terbesar daerah. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pencegahan stunting, perlindungan sosial, serta pemberian ruang lebih besar kepada generasi muda dan perempuan dinilai penting dalam mengisi kemerdekaan.
“Investasi terbesar kita adalah membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Di bidang ekonomi, JTP menyebut pertumbuhan ekonomi Tapanuli Utara pada 2025 mencapai 4,58 persen. Angka tersebut, menurutnya, bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan aktivitas petani, pedagang, pelaku UMKM, pekerja dan masyarakat yang terus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Karena itu, pembangunan ekonomi akan diarahkan untuk memperkuat pertanian, meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat koperasi dan UMKM, memperluas pasar serta mendorong lahirnya peluang usaha dan lapangan kerja baru.
JTP menegaskan pembangunan Tapanuli Utara bukan hanya menjadi tugas pemerintah daerah. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari DPRD, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, pemuda, perempuan, petani, pelaku usaha, pedagang, pelaku UMKM hingga masyarakat memiliki peran penting.
Semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara 2025–2029, yakni “Bersama Mewujudkan Kabupaten Tapanuli Utara yang Maju, Berbudaya dan Berkelanjutan.”
Usai upacara, suasana peringatan HUT ke-81 RI di Adian Koting semakin semarak dengan berbagai atraksi dan hiburan yang melibatkan masyarakat.
(Bernat L Gaol)

