Makassar, kompasone.com — Kader Federasi Rakyat Indonesia (FRI), Pardi, mendesak Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bone agar tidak menutup mata terhadap dugaan insiden penganiayaan yang diduga melibatkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, terhadap salah seorang stafnya bernama Yuli.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan insiden tersebut terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WITA. Dalam peristiwa itu, korban diduga dilempari kue, dipaksa memasukkan kue ke dalam mulutnya, kemudian disiram dengan air.
Dugaan tersebut kini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, persoalan tersebut dinilai perlu disikapi secara serius, terbuka, dan bertanggung jawab demi menjaga marwah lembaga serta kepercayaan masyarakat.
"Apabila dugaan tersebut benar, tindakan itu tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga mencederai etika seorang pejabat publik serta dapat berdampak pada citra lembaga DPRD dan Partai Gerindra. Karena itu, kami meminta Ketua DPC Partai Gerindra Bone segera mengambil sikap dengan melakukan evaluasi internal terhadap kadernya sesuai mekanisme organisasi, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah," ujar Pardi.
Sebagai partai politik yang menaungi kadernya, DPC Gerindra Bone diharapkan tidak bersikap pasif. Sebaliknya, partai perlu menunjukkan komitmen terhadap penegakan etika, disiplin organisasi, dan penghormatan terhadap hukum dengan mendorong proses klarifikasi serta mendukung penanganan perkara secara objektif.
"Kami meminta Ketua DPC Gerindra Bone tidak tinggal diam dan juga tidak menutup mata. Sebagai pimpinan partai di daerah sudah sepatutnya menunjukkan sikap yang benar dan bertanggung jawab terdapat dugaan penganiayaan yang menyeret nama kadernya. Partai harus menghormati proses penegakan hukum yang adil dan transparan dan mengambil langkah organisasi sesuai aturan, dan tidak boleh ada kesan pembiaran atau perlindungan terhadap siapa pun," tegas Pardi.
Pardi juga mendesak aparat penegak hukum untuk bekerja secara independen, profesional, dan akuntabel agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap. Menurutnya, penanganan perkara yang objektif diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara maupun partai politik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bone maupun Ketua DPRD Bone terkait dugaan insiden tersebut. Seluruh dugaan yang disampaikan masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.
>Valerina
