Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sentuhan Estetik di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep | Menuju Standardisasi Tipe B Berbasis Digital

Sabtu, Mei 16, 2026, 20:54 WIB Last Updated 2026-05-16T13:54:17Z

 


Sumenep, Kompasone.com - Kalau bicara soal pelayanan kesehatan di Sumenep, ada satu sosok ikonik yang penampilannya selalu bersahaja namun punya visi yang kuat. Siapa lagi kalau bukan dr. Erliyati, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.


Di kalangan masyarakat, ia tak hanya dikenal sebagai pucuk pimpinan manajemen, tetapi juga sebagai figur ibu yang penuh kasih dan totalitas dalam menjaga kesehatan warga.


Di bawah kendalinya, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini sedang bersiap melakukan lompatan besar sepanjang tahun 2026. Targetnya jelas: upgrade kapasitas layanan secara menyeluruh, mulai dari kecanggihan fasilitas medis, kesiapan SDM, hingga integrasi teknologi modern.


Komitmen dr. Erliyati sederhana namun berdampak besar: beliau ingin masyarakat Sumenep mendapatkan penanganan medis terbaik tanpa harus repot dirujuk ke luar daerah.


“Fokus kami di 2026 adalah memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien,” ungkap dr. Erliyati dengan nada optimis, Rabu (14/06/2026).


Langkah strategis ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Status RSUD dr. H. Moh. Anwar kini telah resmi naik kelas menjadi Rumah Sakit Tipe B. Dengan peningkatan status ini, rumah sakit memiliki kapabilitas penuh untuk menangani berbagai kasus medis yang jauh lebih kompleks.


Beberapa layanan unggulan yang kini semakin diperkuat antara lain:

-IGD 24 Jam & ICU yang selalu siap siaga.

-PICU/NICU dengan penanganan intensif khusus bayi dan anak.

-Pusat Layanan Spesialis, khususnya fokus pada penyakit jantung dan paru-paru.


Merasakan antrean panjang yang membosankan? RSUD dr. H. Moh. Anwar tampaknya ingin menghapus stigma tersebut.Lewat akselerasi transformasi digital, manajemen rumah sakit mengoptimalkan sistem antrean digital yang terintegrasi langsung dengan aplikasi kesehatan nasional.


Sekarang, urusan pendaftaran dan penjadwalan pemeriksaan bisa beres secara daring (online). Efeknya? Waktu tunggu pasien terpangkas signifikan, dan efisiensi birokrasi menjadi jauh lebih elegan.


Hebatnya teknologi dan fasilitas baru ini dipastikan tidak akan eksklusif. RSUD berkomitmen penuh untuk memperluas akses bagi para peserta BPJS Kesehatan. Jadi, seluruh lapisan masyarakat Sumenep bisa menikmati fasilitas kelas satu ini tanpa perlu pusing memikirkan kendala administrasi.


Dengan dukungan solid dari tenaga medis, pemerintah daerah, serta berbagai mitra strategis, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kini mantap memosisikan diri sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Madura.


Sebagai penutup perbincangan, sang "ibu kebaikan" masyarakat Sumenep ini menyelipkan sebuah harapan hangat.


“Langkah-langkah yang kami lakukan ini semoga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah sepanjang 2026,” pungkas dr. Erliyati ramah.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan