Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

DPRK Yahukimo Menghimbau Warga Masyarakat Yahukimo yang Berdomisili di Provinsi Papua Pegunungan Menahan Diri dari Peperangan Antar Suku

Sabtu, Mei 16, 2026, 14:25 WIB Last Updated 2026-05-16T07:37:27Z

 


Yahukimo, kompasone.com - Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) Kabupaten Yahukimo mengimbau seluruh masyarakat Yahukimo yang berdomisili di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, untuk menahan diri dalam situasi ini.


Wakil Ketua I DPRK Yahukimo, Minggituk Kobak, menegaskan bahwa konflik yang terjadi di Wamena tidak melibatkan seluruh suku Yahukimo yang berdomisili di Papua Pegunungan, sehingga masyarakat diminta tidak terpancing dan tidak memperluas konflik.


“Perang yang terjadi di Wamena tidak semua suku dari semua kabupaten terlibat. Karena itu perlu ada pembedaan agar konflik ini tidak semakin meluas. Kabupaten Yahukimo memiliki banyak suku sehingga jangan sampai terjadi salah sasaran yang justru memperpanjang peperangan,” ujar Minggituk Kobak dalam keterangannya di Kantor DPRK Yahukimo, Sabtu (16/05/2026).


Ia menegaskan bahwa DPRK Yahukimo mengajak seluruh warga untuk menahan diri dan menghentikan perang antarsesama orang Papua, menjaga keamanan serta ketenteraman bersama.


“Kami sebagai wakil rakyat dengan tegas menghimbau warga untuk berhenti melakukan perang suku antar sesama orang Papua. Kita harus menjaga kenyamanan, kesejahteraan, dan ketentraman hidup bersama Di provinsi Papua Pegunungan,” ungkapnya.


Menurutnya, semangat persaudaraan dan perdamaian merupakan nilai yang diwariskan sejak awal berdirinya Kabupaten Yahukimo melalui pelayanan para penginjil yang mengajarkan masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan terhadap sesama.


Selain itu, masyarakat juga diminta bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang dapat memperkeruh keadaan.


“Warga perlu menjaga komunikasi melalui media apa pun agar tidak terprovokasi isu-isu hoaks. Pastikan informasi yang diterima benar agar keluarga tidak panik dengan situasi di Wamena,” ujarnya.


 Minggituk Kobak juga mengajak masyarakat menyerahkan seluruh persoalan kepada Tuhan serta mengedepankan perdamaian dibanding tindakan balas dendam.


“Kami mengajak seluruh masyarakat Yahukimo untuk menahan diri. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan karena pembalasan adalah milik Tuhan,” harapnya minggituk dalam media KopasOne.


Sementara itu, Ketua Komisi C DPRK Yahukimo, Yafet Saram, menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan rumah warga, dan pengungsian di Wamena.


“Kami sangat menyayangkan konflik yang terjadi di Papua Pegunungan. Provinsi yang baru dimekarkan ini seharusnya fokus pada pembangunan, bukan diawali dengan peperangan,” ujar Yafet.


Ia menilai konflik hanya akan menghambat pembangunan dan memperburuk kondisi sosial masyarakat di Papua Pegunungan.


Menurutnya, masyarakat Papua Pegunungan yang terdiri dari delapan kabupaten harus tetap menjaga persatuan, persaudaraan, dan kasih sayang sebagai sesama orang Papua.


“Kita semua adalah saudara. Orang Papua Pegunungan harus bersatu dan membangun daerah ini bersama-sama, bukan saling menyerang,” katanya.


Yafet juga mengimbau seluruh masyarakat Yahukimo yang berada di Wamena, agar tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.


“Kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan. Perang bukan solusi. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah kedamaian agar pembangunan dan kesejahteraan bisa berjalan,” ujarnya.


Ia berharap situasi keamanan di Wamena segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali hidup normal dan aktivitas dapat berjalan dengan baik.


DPRK Yahukimo meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan segera turun tangan untuk mengatasi konflik antarsuku yang dinilai semakin meluas dan melibatkan masyarakat dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.


“Pemerintah perlu mendengar, melihat, dan segera mengatasi situasi ini dalam waktu singkat. Tidak bisa dibiarkan terus seperti ini,” tegasnya DPRK Yahukimo.


Selain itu, DPRK Yahukimo juga menyampaikan belasungkawa atas banyaknya korban jiwa yang jatuh dalam peperangan antarsuku tersebut.


Aliknoe 


Iklan

iklan