![]() |
| Jonri VH Pasaribu MSi |
Karimun, kompasone.com - Berlangsungnya Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Batak Kabupaten Karimun (PBKK) menjadi konsumsi publik dikalangan masyarakat Batak di Tanjung Balai Karimun.
Porseni tersebut berlangsung dibawah kendali Ando Sitinjak sebagai ketua, yang melibatkan delapan kelompok parsautaon dari duanpuluh satu kelompok parsautaon yang ada di Karimun.
Salah seorang warga yang sehariannya bekerja sebagai pegiat media sosial (medsos) dikarimun, yakni JVH Pasaribu mengatakan kepada kompasone.com Karimun, Jumat 15/05 di Newton Cafe Jl Jenderal Soedirman Kelurahan Baran Timur Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, bahwa terlaksananya porseni tersebut seakan dipaksakan, dikarenakan hanya diikuti oleh delapan parsautaon saja saja dari 21 parsautaon yang ada, sehingga persentasenya hanya empat puluh persen saja.
"Saya mendengar Porseni ini hanya diikuti oleh delapan parsautaon saja dari dua puluh satu parsautaon, berarti hanya empat puluh persen saja yang ikut bertanding. Kenapa ini, ada apa? Kalau memang untuk membangun persatuan dan kekompakan, ya panitia harus mempertimbangkan Keikutsertaan semua parsautaon, jangan begini, ibaratnya setengah n ditambah satu, ada baiknya diatas persentase lima puluh persen lah," tuturnya.
Lebih lanjut, pria berkulit sawo matang ini juga menyoroti adanya informasi bahwa proposal kegiatan beredar menuju kocek para sponsor kegiatan Porseni, namun hadiah kepada para pemenang dianggarkan dari uang pendaftaran.
"Juga terkait hadiah kepada para pemenang turnamen, itu ada kejanggalan. Contohnya turnamen volley ball hanya diikuti empat kontingen dan dilabeli uang pendaftaran Rp 200.000 per kontingen atau kelompok. Dengan adanya empat kontingen maka total uang pendaftaran Rp 800.000. terkait hadiah turnamen volley ball hanya diranking dua pemenang yakni juara satu diberi hadiah Rp 500.000 dan juara dua Rp 300.000, ketentuan apa ini?
Ini namanya surplus lho, yang adanya disini, kas parsautaon yang membayar hadiah, bukan panitia, sementara panitia mengadakan proposal pengadaan dana dari beberapa sponsor seperti PT Timah, Ahui, Cunheng dan juga Pak Binsar Samosir. Ini harus dipertanyakan kepada panitia," ujarnya.
Wakil ketua PBKK Saor Hasudungan Sitompul, ketika dihubungi narasumber, membenarkan adanya kegiatan tersebut diikuti oleh delapan parsahutaon dari dua puluh satu parsahutaon, dan Pegawai Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut membenarkan adanya pengadaan proposal bantuan untuk kegiatan Porseni tersebut.
Pada kesempatan yang berbeda, ada juga kritikan keras salah seorang ketua parsahutaon yang tidak ikut berpartisipasi didalam kegiatan tersebut, mengatakan pertandingan ini bertujuan merajut kebersamaan dan menjalin kebersamaan antar sesama parsahutaon dikarimun, apa yang ada? Hanya delapan saja yang bertanding, tiga belas parsahutaon lagi bagaimana? Apalagi dalam pertandingan sepak bola minggu lalu sampai ada pelanggaran aturan terkait ketentuan atau persyaratan untuk pemain sepak bola yang berpotensi membangun kesalah pahaman ataupun gap antara sesama parsahutaon baik dengan panitia.
Lamhot
