Sumenep, Kompasone.com - Proyek galian gorong-gorong di jalan provinsi, tepatnya di Desa Pakandangan Tengah (depan SPBU Pakandangan Tengah), Bluto, Sumenep, menuai kecaman keras. Proyek yang dituding dikerjakan asal-asalan ini telah menyebabkan gelombang kecelakaan bagi para pengguna jalan yang melintas dari arah Pamekasan menuju Sumenep.
Menurut informasi dari warga setempat, setelah galian gorong-gorong selesai dikerjakan, lubang di tengah jalan umum tersebut hanya ditimbun seadanya. Sialnya, pada malam hari hujan deras mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan tanah timbunan langsung amblas dan menyisakan lubang jebakan yang mematikan.
Akibatnya fatal. Sejak malam hingga siang hari, belasan pengendara motor dilaporkan berjatuhan dan menjadi korban kecelakaan di titik tersebut.
Melihat situasi yang kian mencekam, warga sekitar sempat berinisiatif memberikan timbunan tambahan secara swadaya. Namun, upaya tersebut sia-sia karena jalan tetap amblas dan membahayakan.
Salah seorang warga setempat, Marzuki, membeberkan kondisi mengerikan di lapangan.
"Lokasi proyek Pakandangan Tengah depan pom bensin ini, mulai pagi sampai sore banyak korban berjatuhan kecelakaan. Korban dari warga sekitar ada Pak Sugi, Pak Atin, dan ada juga beberapa korban dari luar daerah. Bahkan tadi ada korban dari Sampang yang kondisinya kritis," ungkap Marzuki dengan nada kesal.
Beruntung hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia, meski beberapa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Geram dengan pembiaran ini, warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Sunan Abimanyo, seorang N G O / aktivis dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BIDiK yang berkantor di Pangarangan Kec. Kota Sumenep.
Sunan menyayangkan sikap kontraktor dan dinas terkait yang dinilai lepas tanggung jawab dan mengabaikan keselamatan publik, ibarat kura kura dalam perahu.
"Saya sangat kecewa dengan dinas maupun pemborong yang mengerjakan galian gorong-gorong ini. Ini adalah bentuk kelalaian yang nyata! Seharusnya, setelah proyek dikerjakan, ada pihak dari proyek yang berjaga atau minimal memasang rambu peringatan yang jelas agar tidak ada korban. Tapi ini dibiarkan begitu saja," tegas Sunan.
Sunan mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum (atau OPD terkait) beserta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep segera turun tangan dan bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Ia juga meminta pihak berwenang untuk mengecek langsung kebenaran di lokasi kejadian di Desa Pakandangan Tengah guna melihat penderitaan para pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari pihak pemborong maupun dinas terkait untuk memperbaiki jalan amblas tersebut secara permanen. Jika terus dibiarkan, jalan provinsi ini akan terus menjadi "jalur maut" yang siap menelan korban berikutnya.
(R. M Hendra)
