Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Aktivis Sumenep Sebut Tudingan Terhadap H. Kandar Hanyalah Upaya Pembunuhan Karakter

Jumat, Mei 15, 2026, 11:08 WIB Last Updated 2026-05-15T04:09:06Z

 


Sumenep, Kompasone.com - Gaduhnya pemberitaan terkait dugaan penjualan BBM ke luar daerah yang menyeret nama H. Kandar, pengelola APMS 56.694.05 di Sapeken, mendapat sorotan tajam dari aktivis pemerhati kebijakan Sumenep, Rasyid Nadhdyin. Isu yang kembali mencuat ini dinilai bukan lagi sekadar aspirasi masyarakat, melainkan upaya sistematis untuk menjatuhkan reputasi pengusaha lokal.


Rasid menilai ada keganjilan yang sangat mencolok dalam narasi yang beredar. Persoalan yang diklaim terjadi beberapa bulan lalu tersebut mendadak diungkit kembali ke permukaan seolah-olah menjadi berita baru.


"Ini lucu dan aneh. Kenapa baru sekarang dipermasalahkan? Jika memang ada pelanggaran, seharusnya diproses sejak dulu. Mengangkat kembali isu lama yang tidak jelas kebenarannya hanya menunjukkan bahwa ada pihak yang kehabisan cara untuk menjatuhkan H. Kandar," tegas Rasyid.


Aktivis ini juga menyoroti adanya ketidakadilan dalam pengawasan bisnis BBM di wilayah tersebut. Ia melihat ada kecenderungan serangan hanya diarahkan kepada APMS yang sudah mapan dan memiliki rekam jejak panjang dalam melayani masyarakat.


"Di Sapeken banyak pengusaha BBM lokal yang berlindung dibalik nama industri yang statusnya 'abu-abu', kenapa tidak itu yang disoroti? Justru APMS milik H. Kandar yang sudah berdiri lama dan jelas kontribusinya malah diserang dengan narasi yang tendensius. Jangan sampai masyarakat terhasut oleh suara-suara tidak bertanggung jawab yang niatnya hanya merusak kondusifitas," tambah Rasyid.


Menanggapi tuduhan mengenai kapal tujuan Kalimantan seberat 30 ton, pihak H. Kandar sebelumnya telah menjelaskan bahwa posisi APMS miliknya memang berada di area strategis dekat dermaga.


Kapal-kapal sering bersandar di area tersebut karena dermaga utama penuh, bukan untuk melakukan transaksi BBM ilegal.


Pelayanan selama ini difokuskan pada nelayan lokal dengan pembelian skala kecil (5-10 liter).


Klarifikasi Resmi H. Kandar memastikan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dan memberikan penjelasan kepada pihak Pertamina serta Polsek setempat.


Pihak H. Kandar kembali menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar. Ia menantang siapapun untuk membuktikan kebenaran tuduhan tersebut daripada terus-menerus membangun opini negatif di media sosial maupun pemberitaan yang tidak berimbang.


"Saya berani bersumpah, itu bukan BBM milik saya. Berita itu sudah basi dan sudah pernah saya klarifikasi. Sekali lagi saya tegaskan, tuduhan itu salah alamat," pungkas H. Kandar.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan