Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Adde Rosi dan Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pelestarian Tradisi Ngadu Bedug

Jumat, Mei 22, 2026, 22:06 WIB Last Updated 2026-05-22T15:08:17Z

Pandeglang, kompasone.com — Tradisi Grebeg Ngadu Bedug kembali digaungkan sebagai upaya pelestarian budaya khas Kabupaten Pandeglang, Banten. Anggota Komisi X DPR,  RI Fraksi Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa bersama Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb. Agus Khotibul Umam menghadiri kegiatan Semarak Budaya Ngadu Bedug di Kebon Seni, Kelurahan Juhut, Jumat (22/5/2026).


Kegiatan yang diikuti 20 kampung bedug tersebut diawali dengan penampilan Tari Anjor dari Sanggar Tari Harum Sari yang menyambut kedatangan para tamu undangan.


Dalam sambutannya, Adde Rosi menilai Grebeg Ngadu Bedug bukan hanya sekadar hiburan tradisional, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.


“Grebeg Ngadu Bedug ini penting karena menjadi momentum memperkenalkan budaya asli Pandeglang kepada generasi muda agar dikenal dan tetap dimiliki,” kata Adde Rosi usai membuka kegiatan.


Menurut dia, tradisi Ngadu Bedug memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat bagi masyarakat Banten, khususnya di Kabupaten Pandeglang. Tradisi tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan antar-seniman, budayawan, komunitas kreatif, hingga generasi muda.


“Grebeg Ngadu Bedug menjadi ruang silaturahmi para pecinta seni. Bukan hanya soal tabuhan bedug, tetapi juga menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup,” ujarnya.


Selain pelestarian budaya, kegiatan itu juga diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas kreatif lokal.


Politisi Partai Golkar tersebut berharap generasi muda semakin aktif mencintai budaya daerah dan terlibat dalam kegiatan seni tradisional.


“Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, lalu siapa lagi. Seni tradisi seperti Ngadu Bedug harus terus diwariskan kepada anak-anak muda,” tegasnya.


Sementara itu, Agus Khotibul Umam mengatakan Grebeg Ngadu Bedug merupakan tradisi khas masyarakat Pandeglang yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan kini terus dihidupkan kembali sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.


“Acara ini melibatkan 20 kampung dan komunitas seni yang menampilkan kreativitas melalui tabuhan bedug, arak-arakan budaya, hingga pertunjukan seni tradisional lainnya,” kata Agus.


Ia menambahkan, Festival Grebeg Ngadu Bedug rencananya akan digelar selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026 di Alun-alun Pandeglang.


Agus pun mengajak generasi muda untuk terus menjaga warisan budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.


“Anak-anak muda Pandeglang harus tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya seni dari orang tua kita, salah satunya Ngadu Bedug,” pungkasnya.


Ali Hamzah 

Iklan

iklan