Dalam lima tahun baru pertama kali waduk di jago airnya kering total. Hal ini berdampak tak bisa lagi beroperasinya PAM PDAM Tirta Kepri yang mengalir kerumah warga.
Pantauan jurnalis kompasone.com pada hari Kamis siang (9/4) pukul 01.22 Wib, di lokasi waduk tersebut yang luas 8 hektar ini sudah tak ada air setetes pun akibat kemarau panjang ini.
Salah seorang operator alat berat yang berada di lokasi itu, Yadi (34) mengatakan, akibat kemarau yang panjang ini, semua pelanggan air PDAM Tirta Kepri macet total. Sudah tak ada lagi air yang akan di alirkan, lantaran waduk di jago ini sudah kering air nya.
"Jadi kami menurunkan eskalator ini, mengeruk aliran air yang tersumbat di akibat kan batu dan juga lumpur itu," terang Yadi.
Yadi menambahkan, mau tak mau jalan satu satunya warga untuk supaya dapat air, kita mengambil air yang bekas galian pasir di daerah Sungai Kecil, atau pun daerah Busung juga bekas tambang pasir.
Namun jaraknya jauh bagi warga yang tinggal di Uban. Menurutnya, seharusnya Pemerintah Daerah ini harus memberi bantuan air kepada warganya, yang betul sama sekali tidak mempunyai air bersih.
"Bila perlu gandeng pihak ketiga, seperti swasta biar cepat menangani atas air yang sama sekali di setiap rumah warga itu tidak ada air nya," ujarnya.
Saat dikonfirmasi jurnalis kompasone.com, bidang produksi penyuplaian air, yang biasa dipanggil Totok mengatakan beberapa bulan ini waduk di jago ini, airnya nyusut terus. Ini di akibatkan pertama musim kemarau dan sumber mata airnya itu tidak ada. Dan ini hanya penampung air dari atas bukit aja yang mengalir ke waduk ini.
"Seharusnya itu kalau dapat, pemerintah daerah harus menggandeng kepada pemerintah pusat atas waduk jago ini di perdalamkan lagi. Yang hanya sekarang kedalamanya hanya tiga meter setengah, itu harus di dalamkan lagi, paling tidak lima sampai tujuh meter. Itu baru bisa di harapkan Waduk Jago ini, mungkin tak kan kering lagi airnya," terangnya.
Totok mengatakan ini bukan persoalan sepele. Sumber mata air nya aja tak ada. Tampak terlihat seperti lapangan bola.
"Untuk kembali penuh lagi airnya itu bisa tapi tunggu di musim hujan lagi, baru bisa warga di desa Lancang Kuning ini dan juga warga Tanjung Uban untuk mendapatkan air dari PDAM Tirta Kepri ini, mengalir kembali," pungkasnya.
(Perwakilan Kepri, Handoko).
