Nagan Raya-Aceh, kompasone.com - Kerusakan lingkungan semakin parah, ratusan hektar bantaran sungai dan hutan di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Nagan Raya porak poranda akibat dari penambangan emas ilegal yang menggunakan ratusan alat berat, eksavator tanpa melakukan reklamasi.
Hal ini terlihat di Desa Alue Buloh, Kecamatan Seunagan yang tak jauh dari ibukota Suka Makmue Nagan Raya. Puluhan alat berat bekerja siang dan malam tanpa pengawasan pihak terkait.
Demikian juga yang nampak di Kecamatan Seunagan Timur, di Desa Tuwi Meulesung, Kandeh dan Desa Kila. Kerusakan lingkungan terparah terjadi di. beberapa desa di Kecamatan Beutong yaitu kawasan wisata Krueng Isep, Pante Ara, dan juga di kaki Gunung Singgah Mata. Puluhan alat berat beroperasi secara terang-terangan dengan menggali tebing gunung untuk mencari material emas.
Sejumlah warga kecamatan Beutong mengkhawatirkan akan terjadi bencana tanah longsor besar-besaran yang akan menimpa warga sekitarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan hidup dan Kebersihan hidup(DLHK) Nagan Raya Teuku Teddy Surahman, yang dikonfirmasi pada Jum'at (03/04) melalui handphone selulernya memilih bungkam dan tidak merespon hingga berita ini ditayangkan.
(T.Ridwan, SH)
