TAPUT, kompasone.com - Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan membuka Workshop Pemetaan Potensi Areal Konservasi pada Lanskap Batang Toru - Harangan Tapanuli di Hotel Hineni, Rabu (8/4).
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia atas perhatian terhadap pelestarian lingkungan di Tapanuli Utara.
Deni menyebut sekitar 66 persen lanskap Batang Toru berada di wilayah Taput, sehingga menjadi tanggung jawab utama daerah.
“Melalui pemetaan ini, kita dapat mengidentifikasi potensi dan aset alam yang selama ini belum tergali secara optimal,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengusulkan penguatan identitas kawasan dengan nama “Harangan Tapanuli” guna menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap hutan.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Dewi Sulastri Ningsih, menegaskan bahwa kawasan Batang Toru merupakan habitat penting bagi Orangutan Tapanuli yang terancam punah.
Workshop yang berlangsung 7-8 April ini diharapkan menghasilkan data akurat untuk mendukung langkah pelestarian ekosistem melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan.
(Bernat L Gaol)
