Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Mengecewakan! Kelulusan SNBP SMA Negeri 3 Medan Anjlok Hingga 50 Persen, Orang Tua Siswa Pertanyakan Kualitas Pembinaan

Sabtu, April 04, 2026, 14:01 WIB Last Updated 2026-04-04T07:01:57Z

Medan, Kompasone.com - Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 menjadi sorotan tajam masyarakat pendidikan di Kota Medan. 


SMA Negeri 3 Medan yang selama ini dikenal sebagai sekolah unggulan justru mengalami penurunan drastis jumlah siswa yang lulus SNBP hingga mencapai sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Penurunan tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan orang tua siswa. 


Banyak pihak menilai capaian tahun ini tidak mencerminkan reputasi SMA Negeri 3 Medan sebagai salah satu sekolah favorit yang selama ini menjadi tujuan utama lulusan SMP berprestasi.


Sejumlah orang tua siswa mengaku terpukul melihat hasil SNBP tahun ini.


Mereka menilai para siswa telah berjuang menjaga nilai akademik selama tiga tahun, namun hasil yang diperoleh jauh dari harapan.


“Kami sangat kecewa. Anak-anak sudah belajar keras, nilai rapor bagus, ikut berbagai kegiatan akademik, tapi hasil SNBP justru turun drastis. Ini harus menjadi evaluasi serius,” ungkap salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.


Orang tua lainnya bahkan mempertanyakan sistem pembinaan akademik dan pendampingan siswa dalam menentukan pilihan program studi.


Menurut mereka, sekolah seharusnya memiliki strategi yang lebih matang dalam mempersiapkan siswa menghadapi seleksi nasional berbasis prestasi.


“Sekolah ini dikenal unggulan. Kalau0 sampai turun 50 persen, tentu ada yang salah dalam pembinaan. Jangan sampai siswa menjadi korban sistem yang tidak siap menghadapi perubahan seleksi,” ujar seorang wali murid.


Data kelulusan menunjukkan hanya sejumlah siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP Tahun 2026.


Beberapa di antaranya diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Andalas (Unand), serta Politeknik Negeri Batam dengan program studi seperti Hubungan Internasional, Psikologi, Perbankan, Ekonomi, Geografi Lingkungan, Manajemen, Akuntansi Sektor Publik, Peternakan, dan Teknologi Geomatika.


Meski tetap ada siswa yang berhasil lolos, masyarakat menilai jumlah tersebut jauh di bawah capaian tahun-tahun sebelumnya. 


Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait kesiapan sekolah dalam menghadapi sistem seleksi nasional yang semakin kompetitif.


Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran, pembinaan prestasi, serta mekanisme pendampingan SNBP di SMA Negeri 3 Medan.


“Ini bukan sekadar angka kelulusan, tapi menyangkut masa depan anak-anak. Sekolah unggulan harusnya menunjukkan hasil unggulan,” tegas seorang wali murid.


Penurunan kelulusan SNBP SMA Negeri 3 Medan Tahun 2026 kini menjadi perhatian publik pendidikan di Medan. Banyak pihak berharap evaluasi serius segera dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan sekolah negeri unggulan tetap terjaga dan tidak terus mengalami penurunan di tahun-tahun mendatang.


(Zoel).

Iklan

iklan