Pandeglang, kompasone.com — Warga Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, berencana menggelar aksi unjuk rasa untuk menagih janji politik Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, terkait pembangunan infrastruktur jalan yang hingga kini belum terealisasi.
Rencana aksi tersebut muncul setelah masyarakat menilai komitmen yang disampaikan saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 tidak kunjung diwujudkan. Padahal, Desa Citalahab disebut sebagai salah satu penyumbang suara signifikan bagi pasangan Dewi–Iing di wilayah Kecamatan Banjar.
Kepala Desa Citalahab, Hambali, mengatakan janji pembangunan jalan kabupaten menjadi salah satu komitmen utama yang disampaikan langsung saat masa kampanye.
“Waktu itu, sebelum pemilihan, beliau datang ke rumah saya dan berjanji, jika memperoleh dukungan besar dari Desa Citalahab, pembangunan jalan kabupaten akan dilanjutkan,” ujar Hambali saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).
Hambali menyebut, komitmen tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan. Wakil Bupati, kata dia, juga menandatangani pakta integritas pada Agustus 2024 di atas materai.
Dalam dokumen tersebut, tercantum sejumlah poin sebagai berikut:
1. Melakukan komunikasi, diminta atau tidak diminta, terkait pembangunan di wilayah Kecamatan Banjar.
2. Memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan prioritas, khususnya di bidang infrastruktur, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, dalam pakta integritas tersebut juga disebutkan bahwa pihak yang menandatangani bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila melanggar komitmen yang telah dibuat.
Namun, hingga kini realisasi pembangunan yang dijanjikan belum terlihat di lapangan.
Hambali menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya menjanjikan pembangunan jalan kabupaten ruas Cihuut–Cileles sepanjang 1,3 kilometer pada 2025. Akan tetapi, hingga memasuki 2026, kondisi jalan dinilai belum mengalami perubahan signifikan.
“Faktanya sampai sekarang belum ada realisasi. Masyarakat terus mendesak, dan saya sebagai kepala desa merasa terbebani secara moral,” kata dia.
Ia menegaskan, rencana unjuk rasa merupakan bentuk kekecewaan masyarakat sekaligus upaya untuk menagih janji yang pernah disampaikan.
“Kalau tidak ada kejelasan, kami akan turun langsung. Ini suara warga Desa Citalahab yang menuntut kepastian,” ujarnya.
(ALI)
