Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Launching SPPG 2 Ngawu, Wakil Bupati: Jangan Sampai Kwalitas Makanan Terkurangi

Jumat, April 24, 2026, 14:26 WIB Last Updated 2026-04-24T07:26:14Z

 


Gunungkidul DIY, Kompasone.com— Launching SPPG 2 Ngawu Tumpak Playen Gunungkidul dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, S.E., M.M. launching diawali dengan sambutan rumah dapur Tumpak Ngawu ll yang disampaikan oleh Paulus Indra Wahyono, S.GZ, dalam sambutanya Paulus sampaikan, selamat datang kepada seluruh tamu undangan. Ia katakan rasa terimakasih dan bangga atas kedatangan para tamu kehadiran mereka bentuk dukungan moral bagi kami dalam rangka pemenuhan gizi untuk masyarakat terutama anak-anak generasi penerus bangsa. 


"Kami berkomitmen untuk menjaga standar kwalitas kebersihan dan juga keamanan pangan dalam setiap porsi yang kami sajikan, "ucap Paulus dalam sambutanya (24/4/26). 


Mohon dukungan dan kolaborasi dari semua pihak baik swasta, pemerintah maupun masyarakat agar dapat berjalan dengan optimal lancar dan memberikan kebermanfaatan. Semoga langkah kecil hari ini menjadi awal perubahan besar bagi kesehatan dan masa depan anak-anak. 


Sementara itu Raden Agus Cholis, S.E., M.M, dari yayasan Duta Darma Bangsa Mataram dalam sambutanya menyampaikan terimakasih kepada Bapak Wakil Bupati Gunungkidul yang telah berkenan hadir, semua tamu undangan terimakasih atas kehadirannya. Saya mendirikan beberapa dapur di Gunungkidul ini semoga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, bagi sekolahan-sekolahan. Kebetulan kami juga ditugaskan oleh Ngarsa Dalem untuk menjadi ketua Badan Usaha Milik Desa se-DIY. Sehingga untuk menjalankan kegiatan MBG dibawah badan usaha milik desa se-DIY, kita selalu bekerjasama dengan bumdes, dengan UMKM untuk menjadi splyer dengan dapur-dapur yang bermitra dengan Bumdes. 


"Tujuan MBG ini ada beberapa hal, diantaranya untuk meningkatkan gizi dan mengurangi stunting di tengah-tengah masyarakat," ungkap Raden Agus Cholis. 


Bagaimana, sambung dia, dengan adanya program MBG ini stunting, kurangan gizi bisa teratasi. Untuk selanjutnya MBG itu juga meningkatkan perputaran ekonomi di tengah-tengah warga masyarakat. Cukup luar biasa, satu dapur itu satu bulan itukan belanja ada beras, lauk, sayur-sayuran semua dari masyarakat seputaran dapur. Bumdes, koperasi untuk bersama-sama menjadi splyier sehingga harapan kami dengan adanya MBG ini tidak hanya penerima manfaat saja tetapi ekonomi didaerah kita itu bisa bergerak secara maksimal. 


"Kami juga berkoordinasi dengan Bumdes yang ada di Gunungkidul ini untuk bisa menyuplai dan Bumdes itu berkoordinasi dengan masyarakat jadi berjenjang," jelasnya. 


InsyaAllah, kata dia lanjut, dapur-dapur yang dibawah koordinasi badan milik desa standar dari sisi pangan, sisi fasilitas, sisi IPAL, sisi keluasan standar. 


"Untuk mendirikan dapur ini cukup luar biasa besarnya investasi, sehingga kami menggandeng beberapa masyarakat lokal untuk bergabung dengan yayasan untuk mendirikan sebuah dapur. Dapur ini tidak dimiliki satu orang tetapi beberapa orang yang tergabung dalam yayasan sehingga kebermanfaatanya lebih banyak lagi,"ujar Raden Agus Cholis. 


Wakil Bupati Gunungkidul katakan program ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat pondasi pembangunan sumberdaya manusia Indonesia. 


Joko Parwoto ungkapkan, kwalitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kecukupan gizi sejak dini. Oleh karena itu kehadiran program ini mempunyai arti penting dalam menyiapkan anak-anak kita agar tumbuh cerdas, sehat dan berdaya saing. 


"Kabupaten Gunungkidul masih menjadi tantangan dibidang gizi dan kesehatan anak serta ketahanan pangan. Ini masih menjadi perhatian serius," sebut Wakil Bupati. 


Dimana stunting di Gunungkidul ini masih tertinggi se-DIY. Kita masih diangka 16 (enam belas) angka diatas rata-rata nasional. Jadi kami menyambut baik kehadiran satuan pelayanan gizi sebagai ujung tombak dilapangan. 


SPPG memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa makanan yang diberikan tidak hanya tersedia, tetapi memiliki standar gizi serta tepatb sasaran. Pesan saya SPPG betul-betul diperhatikan kelancaran distribusinya, higiniesnya dan sebagainya. Sekarang pengawasanya ketat, 


"SPPG yang tidak memberikan pelayanan secara baik dan profesional tentu akan menjadi perhatian khusus, " papar Joko Parwoto. 


Sekarang sudah di bentuk Satgas yang sewaktu-waktu mereka akan datang dan mengunjungi untuk menindak lanjuti menginvestigasi bagaimana rutinitas sajian yang diberikan. 


"Jangan sampai kwalitas makanan terkurangi, dan jangan sampai ada anak yang keracunan," pesan Wakil Bupati mengakhiri. 


Selanjutnya Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto potong tumpeng bersama yayasan Duta Darma Mataram Raden Agus Cholis dan dilanjutkan tarik tirai serta potong pita. 


( Mbah Pri )

Iklan

iklan