Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ramadan Insight Fest UWM Dorong Mahasiswa Berkompetisi dalam Kebaikan dan Memperkuat Keimanan

Jumat, Maret 13, 2026, 14:00 WIB Last Updated 2026-03-13T07:00:55Z

Yogyakarta, kompasone.com - Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Ramadan Insight Fest pada bulan suci Ramadan 1447 H ini. Kegiatan ini merupakan yang kedua kali digelar sejak tahun 2025 lalu. Ramadan Insight Fest dilaksanakan di Religious Center Widya Nusantara, Kampus Terpadu UWM, pada Rabu (11/3) dan menjadi ajang penguatan nilai keislaman sekaligus wadah silaturahmi civitas akademika.


Ketua Panitia Ramadan Insight Fest, Hiba Suci Rohmadona, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UKM Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UWM bersama Takmir Masjid Widya Nusantara. Ia menjelaskan bahwa Ramadan Insight Fest dirancang untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernuansa kompetisi, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual.


Menurutnya, kegiatan tersebut mengusung tema “Berlomba dalam Kebaikan, Bersatu dalam Keimanan” yang terinspirasi dari ajaran Islam tentang pentingnya menjaga persatuan sebagaimana tercantum dalam Q.S. Ali Imran ayat 103, yakni agar umat Islam berpegang teguh pada agama Allah dan tidak bercerai-berai.


“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berkompetisi secara sehat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta memperkuat persatuan di antara sesama,” ujarnya.


Hiba juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus, pembina LDK, para dosen, tenaga kependidikan, peserta yang mengikuti kompetisi, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara.


Dalam Ramadan Insight Fest tahun ini, panitia menyelenggarakan beberapa cabang lomba keislaman, yakni lomba pidato Islami, lomba azan, dan lomba tartil Al-Qur’an yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UWM.


Pada lomba pidato Islami, juara pertama diraih oleh Putri Raya Muliana dari Program Studi Manajemen, disusul Muhammad Fatin Naufal dari Program Studi Hukum sebagai juara kedua, dan Bambang Anas dari Program Studi Hukum sebagai juara ketiga.


Sementara itu, pada lomba azan, juara pertama diraih oleh Alvin Agustina Saputra dari Program Studi Hukum, juara kedua Niko Pratama dari Program Studi Kewirausahaan, dan juara ketiga Muhammad Alvin dari Program Studi Teknik Industri.


Adapun pada lomba tartil Al-Qur’an, juara pertama diraih oleh Nikita Andini Putri dari Program Studi Teknologi Pangan. Posisi juara kedua bersama diraih oleh Safira dari Program Studi Sosiologi serta Alvin Agustina Saputra dari Program Studi Hukum.


Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Ramadan Insight Fest yang telah memasuki tahun kedua sejak pertama kali digelar pada Ramadan tahun lalu.


Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga agar aktivitas keagamaan di lingkungan kampus terus hidup dan berkembang. Ia menilai Ramadan Insight Fest tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga ruang untuk menggali makna Ramadan secara lebih mendalam.


“Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan pendidikan. Pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia,” ungkapnya.


Rektor juga menekankan bahwa Ramadan mengajarkan berbagai nilai kehidupan, salah satunya adalah disiplin. Ia mencontohkan bagaimana umat Islam dilatih untuk disiplin dalam menjalankan ibadah puasa, mulai dari waktu sahur, menahan diri sepanjang hari, hingga waktu berbuka.


Selain itu, puasa juga mengajarkan empati sosial, terutama terhadap kaum fakir miskin yang setiap hari merasakan keterbatasan.


“Ramadan mengajarkan kita untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, sekaligus memperkuat persaudaraan di antara sesama umat Islam atau ukhuwah islamiyah,” katanya.


Meski demikian, Rektor mengingatkan bahwa persaudaraan dalam Islam tidak boleh dipahami secara eksklusif. Menurutnya, nilai persaudaraan tersebut justru harus menjadi landasan untuk membangun hubungan kemanusiaan yang lebih luas dengan seluruh umat manusia.


Melalui kegiatan Ramadan Insight Fest ini, diharapkan semangat kompetisi dalam kebaikan dan nilai-nilai persatuan dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa serta memperkuat atmosfer religius di lingkungan UWM.


Bhenu

Iklan

iklan