Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Perkuat Ekosistem Inovasi, Bank Indonesia DIY Gelar Sosialisasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x HACKATHON 2026

Kamis, Maret 12, 2026, 20:29 WIB Last Updated 2026-03-12T13:30:13Z

Yogyakarta, kompasone.com— Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memulai rangkaian sosialisasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x HACKATHON 2026 pada Kamis (12/3/2026). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen otoritas moneter untuk memperkuat talenta digital nasional serta mempercepat solusi inovatif yang berdampak langsung pada perekonomian Indonesia.


Bertempat di Ruang Bangsal Mataram, Yogyakarta, inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai mitra strategis industri. Program tersebut menjadi simpul pertemuan antara kebijakan otoritas dan kebutuhan sektor industri digital. Turut hadir dalam acara ini perwakilan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY dan dinas terkait.


Tahun ini, PIDI mengintegrasikan dua program utama, yaitu Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) dan HACKATHON. Sinergi ini bertujuan tidak hanya melahirkan ide, tetapi juga menghasilkan solusi digital yang siap diimplementasikan di pasar.


Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Digdaya mulai dilaksanakan tahun ini dan Hackathon tahun ketiga. "Program ini merupakan kontribusi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam mencetak kreator digital," tambahnya.


Dalam acara ini juga dilaksanakan Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, kemudian Sistem Pembayaran Digital dan Perlindungan Konsumen, dan PIDI 2026 oleh Bank Indonesia.


Terdapat beberapa poin utama yang ditawarkan dalam program ini:

• Pelatihan Intensif: Peserta akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi melalui metode hybrid learning (daring dan luring) selama 5 hingga 8 minggu.

• Kolaborasi Tim: Melalui kompetisi Hackathon, talenta muda ditantang membangun solusi inovatif dalam tim kecil beranggotakan 1 hingga 4 orang.

• Akses ke Industri: Program menyediakan fasilitas business matching yang menghubungkan inovator dengan investor serta offtaker industri.

• Pengembangan Karir: Terdapat bursa kerja (job fair) bagi peserta yang ingin memulai karir profesional di sektor teknologi.


Program ini secara khusus mengarahkan inovasi pada tiga sektor krusial, yakni penguatan ketahanan pangan dan inovasi keuangan, peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja, serta transformasi layanan publik dan ekonomi kreatif digital.


Target kepesertaan mencakup skala nasional dengan proyeksi 800 tim dan lebih dari 3.000 talenta digital. Peserta yang dibidik meliputi mahasiswa, lulusan baru (fresh graduate), pegiat teknologi, hingga pengusaha muda (techpreneur).


Dalam sosialisasi ini, Bank Indonesia DIY mengundang perwakilan dari 18 perguruan tinggi di Yogyakarta, termasuk Universitas Widya Mataram. Selain itu, keterlibatan pondok pesantren dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di wilayah DIY menunjukkan upaya inklusivitas dalam pengembangan ekosistem digital.


Pendaftaran untuk ajang yang memperebutkan total hadiah senilai Rp 1,4 Miliar ini masih terbuka hingga 27 Maret 2026 melalui laman resmi pidi.id. Melalui ajang ini, Yogyakarta diharapkan dapat terus menjadi lumbung talenta digital yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.


Bhenu

Iklan

iklan