Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Massa Geruduk Polres Teluk Wondama Pasca Kecelakaan Maut, Jalan Utama Lumpuh Total

Senin, Maret 16, 2026, 16:43 WIB Last Updated 2026-03-16T09:44:14Z

 


Teluk Wondama, Kompasone.com – Suasana mencekam menyelimuti Markas Kepolisian Resor (Polres) Teluk Wondama di Wondiboi, Papua Barat, pada Senin (16/3) siang. Ratusan massa mendatangi Mapolres sebagai buntut kekecewaan atas kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang remaja berusia 16 tahun, YA, pada Minggu (15/3). Kecelakaan tersebut diduga melibatkan oknum anggota Polres Wondama.


Peristiwa tragis bermula ketika YA, warga Kampung Wondiboi, terlibat kecelakaan lalu lintas pada Sabtu (15/3). Meski telah dirujuk ke Manokwari untuk mendapatkan perawatan intensif, nyawa remaja tersebut tidak dapat diselamatkan.


Keluarga korban yang berduka dan merasa tidak terima atas kejadian tersebut, meluapkan kekecewaannya dengan melakukan aksi pemalangan di jalan utama yang menghubungkan Wasior dan Rasiei. Sejak pukul 09.00 WIT, akses lalu lintas di jalur vital tersebut lumpuh total, menimbulkan keresahan di masyarakat.


Dipicu oleh emosi yang memuncak, massa yang marah secara spontan bergerak menuju Mapolres Teluk Wondama. Tuntutan utama mereka sangat jelas: oknum anggota polisi yang diduga menabrak korban harus segera dikeluarkan dari tahanan.


Situasi kian memanas ketika massa dihadang oleh aparat kepolisian tepat di depan gerbang Mapolres. Aksi saling lempar batu dan kayu tak terhindarkan, yang kemudian dibalas oleh aparat dengan tembakan gas air mata.


Namun, tembakan gas air mata justru semakin memantik amarah massa, memicu kericuhan yang meluas. Aparat kepolisian terpaksa melepaskan tembakan gas air mata berulang kali untuk meredakan situasi yang semakin tak terkendali. Personel TNI dari Kodim 1811 yang diterjunkan untuk membantu meredakan massa pun tampak kewalahan menghadapi situasi tersebut.


Wakapolres Teluk Wondama, Kompol Christian Massale, turun langsung ke lapangan untuk berupaya menenangkan massa. Setelah melalui proses negosiasi yang alot, massa akhirnya berhasil ditenangkan dan perlahan membubarkan diri.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, Wakil Bupati Anthonius A. Marani, Sekda Aser Waroy, serta Pasi Intel Kodim 1811/TW masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan negosiasi lebih lanjut dengan keluarga korban guna mencari solusi terbaik.


Sementara itu, Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama, Adrian Worengga, telah bertemu dengan masyarakat dan pihak keluarga korban di lokasi kejadian. Beliau mengimbau agar palang jalan segera dilepas demi kelancaran aktivitas masyarakat. Adrian Worengga juga menegaskan bahwa proses adat dan hukum akan tetap berjalan hingga pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Meskipun massa telah membubarkan diri dari Mapolres, dilaporkan bahwa mereka masih berkumpul di lokasi pemalangan jalan. Akibatnya, jalan utama dari arah utara dan selatan masih terblokir, menyebabkan kelumpuhan total arus lalu lintas di wilayah tersebut terus berlanjut.


 (Tonci)

Iklan

iklan