Sumenep, Kompasone.com -Wah, makin panas saja ini bursa kursi panas! Ternyata "Misteri Kandidat ke-3" itu adalah Zulkarnain. Nama ini memang bukan sembarang nama, karena di kalangan birokrat Sumenep, Zul dikenal sebagai "Ujung Tombak" yang punya daya tusuk luar biasa dalam urusan eksekusi lapangan.
Kalau sebelumnya kita cuma bicara soal duet Agus dan Inung, sekarang peta persaingan makin "pecah" dengan munculnya nama Zulkarnain.
Jangan salah, kalau Agus punya jejaring dan Inung punya pengalaman teknis, Zulkarnain ini punya kartu as sebagai eksekutor handal di internal Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kenapa Zulkarnain Tak Bisa Diremehkan? Jelas. Zul bukan sekadar pelengkap kuota tiga besar. Dia ibarat striker murni yang tahu kapan harus mencetak gol untuk kebijakan Bupati.
The Troubleshooter, Yaitu di kalangan elit Sumenep, Zul dikenal sebagai sosok yang paling mengerti "jeroan" administrasi dan teknis pemerintahan. Kalau ada program yang macet, dia biasanya jadi tumpuan untuk urusan kelancaran operasional.
Loyalitas & Frekuensi Sebagai ujung tombak, Zulkarnain sudah teruji dalam menerjemahkan perintah langsung dari pimpinan menjadi aksi nyata di bawah. Ini yang bikin dia punya nilai "chemistry" yang sangat tinggi di mata pengambil kebijakan.
Dengan masuknya Zulkarnain dalam radar, maka pertarungan 18 Februari nanti bakal jadi tontonan yang sangat seru.
Kandidat Julukan Kekuatan Utama
Agus Dwi Saputra Si Dominan Jejaring luas & Pengalaman di 3 OPD besar.
Chainur Rasyid (Inung) Kuda Hitam Penguasaan teknis (Pengairan & Pertanian) yang kuat.
Zulkarnain Ujung Tombak Eksekutor lapangan & sangat paham ritme birokrasi Sumenep.
Kembali lagi ke pernyataan Nanik Farida, Sekda itu harus "seirama dalam orkestrasi kekuasaan". Apakah Bupati lebih butuh sosok manager seperti Agus, teknokrat seperti Inung, atau sang finisher lapangan seperti Zulkarnain?
Satu yang pasti, Siapapun yang terpilih, beban di pundaknya berat. Dia harus bisa menjaga momentum ekonomi rakyat dan UMKM Sumenep tetap ngegas di angka triliunan rupiah.
(R. M Hendra)
