Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

"Putra Daerah" yang Terasing di Rumah Sendiri

Kamis, Februari 26, 2026, 20:46 WIB Last Updated 2026-02-26T13:46:35Z

Ada luka yang tak berdarah namun terasa perih di koridor-koridor kekuasaan Kabupaten Sumenep. Melalui pernyataan resminya di Kompas One, Abraham Samad sosok yang lama dikenal melalui dedikasinya di Laskar Merah Putih (LMP) menyuarakan sebuah elegi tentang pengabdian yang dikhianati oleh keputusan birokrasi.


Keputusan Bupati untuk menunjuk sosok "berkarier panjang" sebagai Sekretaris Daerah ibarat memberikan kunci rumah kepada tamu, sementara anak kandung yang telah menjaga rumah puluhan tahun hanya dibiarkan berdiri di teras. Dua putra daerah terbaik Sumenep kini terpaksa menelan ludah, menyaksikan hak sejarah mereka terlewati begitu saja.


"Ini bukan sekadar soal jabatan, ini soal marwah. Dua putra daerah kita adalah pewaris sah dari dedikasi panjang. Membiarkan mereka hanya menonton di saat mereka siap melayani, adalah bentuk pengabaian terhadap keringat dan air mata pengabdian," tegas Abraham dengan diksi yang menyayat.


Filosofi Sami’na Wa Atha’na kepatuhan total yang penuh takzim yang selama ini menjadi fondasi moral di Pemkab Sumenep, kini berada di titik nadir. Abdus Somad menilai bahwa kepatuhan itu telah pupus, berganti dengan ketidakpastian sistem yang kehilangan kompas.


Sumenep kini seakan kehilangan cahayanya, meredup karena mereka yang seharusnya dihormati jasanya justru dianggap sebagai angka-angka statistik belaka dalam papan catur politik.


Udara di Sumenep kini terasa lebih berat. Desas-desus tentang aksi massa yang akan segera tumpah ke jalanan bukan lagi sekadar isu, melainkan manifestasi dari rasa ketidakadilan yang sudah mencapai puncaknya.


Jika dialog tidak lagi didengar, maka langkah kaki di aspal akan menjadi bahasa baru bagi masyarakat yang merindukan pemimpin asli daerahnya.


Sumenep sedang diuji, apakah ia akan tetap menjadi tanah yang menghargai akarnya, ataukah ia akan terus hanyut dalam pragmatisme birokrasi yang dingin dan tak berjiwa?


Penulis:

Abdul Somad

Iklan

iklan