Bintan, kompasone.com - Dalam beberapa hari ini, khususnya di kabupaten Bintan, solar sulit ditemukan. Hal ini diduga karena kurang bagusnya pemerintah Bintan untuk kerja samanya dengan Pertamina setempat. Padahal bahan bakar minyak solar (BBM) ini adalah salah satu rantai kehidupan bagi rakyat kecil sopir truk dan lori, untuk mencari makan sehari hari.
Pada waktu kompasone.com berada di lokasi SPBU Km 25, pada hari Jumat (22/1) pukul 10.23 WIB di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, semua kendaraan lori, trailer, mobil boks dan yang lainnya pada antri semua. P
Pada kesempatan itu kompasone.com menjumpai sopir lori Adi (25) mengatakan, ia yang setiap hari membeli solar di SPBU Km 25 kijang menghadapi antrian panjang. Semuanya masyarakat Bintan.
"Coba pikirkan saja bagi kami yang sopir ini, waktu sudah habis akibat antri berjam jam. Lori sewaan orang punya, di mana lagi kami ini mau cari makan. seharusnya Pemerintah daerah Bintan ini harus mencari solusinya atas kelangkaan solar ini," ujarnya.
(perwakilan Kepri,Handoko).
