![]() |
| Foto ilustrasi |
Sumenep, Kompasone.com – Panas! Kasus dugaan anggaran proyek pengadaan kambing yang nilainya disebut-sebut menyentuh angka ratusan juta di Desa Meddelan kini memasuki babak baru yang lebih "pedas". Bukan soal kambingnya yang makin banyak, tapi malah Kades dan Ketua BUMDes-nya yang makin sengit saling serang.
Kepala Desa (Kades) Meddelan, Moh Harist, rupanya sudah hilang kesabaran. Namanya yang diseret-seret dalam sengkarut anggaran BUMDes membuat sang Kades meradang. Tak tanggung-tanggung, Harist mengancam akan mempolisikan Ketua BUMDes-nya sendiri jika terus-terusan dipojokkan
Dengan nada bicara yang emosional, Harist menegaskan bahwa urusan duit BUMDes adalah urusan internal pengurus bukan urusan Kades. Ia menantang Ketua BUMDes untuk membuktikan kapan dan di mana dirinya menerima uang tersebut.
"Kalau saya dipojokkan, saya laporkan dia! Silakan tanya, kapan saya kasih uang ke Ketua BUMDes? Suruh datang ke saya," tegas Harist via WhatsApp dengan nada yang tak bisa disembunyikan kekesalannya.
Harist mencium ada aroma tidak sedap dalam pengakuan Ketua BUMDes yang mengaku "tidak tahu menahu". Menurutnya, bisa saja pengurus (Sekretaris atau Bendahara) sengaja mencatut namanya agar uang BUMDes aman dari pinjaman sang Ketua. Tapi yang jelas, Harist menolak keras dijadikan tameng.
"Itu urusan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Bisa saja mereka bilang uang ada di Kades biar gak dipinjam sama Ketua BUMDes. Bukan berarti duitnya beneran di saya!" semprotnya pedas.
Menutup pembicaraan, Harist mengingatkan soal alur birokrasi yang sudah jelas. Uang dari Bendahara Desa langsung meluncur ke rekening BUMDes, bukan mampir ke kantong pribadi Kades.
"Rekeningnya beda. Bendahara desa kirim langsung ke rekening BUMDes. Mau diambil kapan saja ya terserah mereka. Kok bisa-bisanya dibilang ada di saya?" pungkasnya dengan nada menyindir.
Kini bola panas ada di tangan pengurus BUMDes. Akankah ancaman lapor polisi ini benar-benar terjadi, atau proyek kambing ini bakal berakhir jadi drama "siapa yang makan uangnya"? Kita tunggu saja episode selanjutnya.
(R. M Hendra)
