Sumenep, Kompasone.com – Di tengah panasnya tensi mutasi jabatan dan saling sikut lelang kursi Sekda, sebuah fenomena menggelitik terjadi di jantung Pemkab Sumenep. Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Setda Sumenep, Muhammad Suharjono, mendadak jadi sosok paling misterius. Alih-alih sibuk bekerja, ia justru lebih sering "raib" dari kantornya sendiri.
Upaya konfirmasi awak media berulang kali berujung pada tembok buntu. Jawaban resepsionis pun sudah seperti kaset rusak: "Bapak Jono sedang keluar."Bukan hanya fisiknya yang sulit dicari, komunikasi digital Suharjono pun setali tiga uang.
Pernah sesumbar menjanjikan pertemuan di hari esok, nyatanya Pak Kabag justru melakukan aksi ghosting. Nomor teleponnya mendadak tak bisa dihubungi, dan pesan WhatsApp hanya berakhir dengan centang satu yang membisu.
Publik mulai curiga, apakah kursi di Bagian Umum memang terlalu panas untuk diduduki, atau sang pejabat memang lebih hobi "ngantor" di luar tanpa kejelasan agenda, Ketidakhadiran Suharjono ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep. Edoz, wartawan Blok (M) yang juga menjadi korban janji manis sang Kabag, memberikan kritik pedas.
"Aneh bin ajaib, kantor strategis tapi ketuanya hobi menghilang. Ini jelas mengangkangi jargon Bupati 'Bismillah Melayani'. Kalau melayani rekan media saja enggan, apalagi melayani rakyat jelata? Jangan sampai masyarakat menganggap jabatan ini cuma tempat buat cari tunjangan tanpa kerja nyata," tegas pria yang akrab disapa Bung Edoz tersebut.
Sikap tertutup dan jarang ngantornya Suharjono ini memicu aroma tak sedap. Pasalnya, insan pers tengah membidik transparansi Realisasi Anggaran TA 2025. Banyak yang ingin tahu seberapa besar serapan anggaran di Bagian Umum, digunakan untuk apa saja, dan apakah sudah sesuai peruntukannya atau justru ada yang "disulap".
Jika sang Kabag terus-menerus "menghilang", wajar jika publik berasumsi ada sesuatu yang sedang disembunyikan di balik laci mejanya yang selalu tertutup rapat.
(R. M Hendra)
