Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Golkar Sumenep Menanti Figur Lokal yang Visioner

Sabtu, Januari 10, 2026, 18:02 WIB Last Updated 2026-01-10T11:03:38Z

 


Sumenep, Kompasone.com – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Sumenep kini tengah berada di persimpangan krusial. Dalam proses penjaringan nahkoda baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD), sejumlah kalangan mengingatkan agar partai berlambang pohon beringin ini tidak sekadar melakukan formalitas organisasi, melainkan sebuah langkah akselerasi politik yang terukur.


Pemerhati Kebijakan Publik, Rasid Nadyn, memberikan catatan kritis sekaligus strategis terkait suksesi ini. Ia menegaskan bahwa Partai Golkar membutuhkan "terapi kepemimpinan" yang objektif jika ingin memutus tren negatif dalam dua periode elektoral terakhir.


“Golkar tidak boleh terjebak dalam pragmatisme penunjukan figur. Rekam jejak dan integritas harus menjadi parameter absolut. Jika ekspektasinya adalah kebangkitan elektoral di Sumenep, maka figur yang dipilih harus memiliki resonansi politik yang kuat di akar rumput,” ujar Rasid saat diwawancarai, Selasa (10/01).


Ia menilai, hilangnya representasi Golkar di parlemen lokal selama dua pemilu terakhir adalah sinyal kuat bahwa terjadi disconnect antara struktur partai dengan realitas sosiopolitik masyarakat.


“Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar administrator partai, melainkan sosok dirigen yang mampu mengorkestrasi seluruh instrumen kader hingga ke level struktural paling bawah,” tegasnya.


Senada dengan pandangan akademis tersebut, Cuci Sulaiha, tokoh senior Partai Golkar Sumenep, menekankan pentingnya aspek lokalitas dan loyalitas. Menurutnya, memahami psikologi politik masyarakat Sumenep membutuhkan kedekatan emosional dan kultural yang hanya dimiliki oleh putra daerah asli.


“Kami merindukan sosok ketua yang memiliki 'darah' asli Sumenep. Bukan hanya soal asal-usul, tapi soal komitmen jangka panjang. Kita butuh petarung politik yang loyal, yang melihat posisi ketua sebagai amanah untuk membesarkan partai, bukan sekadar batu loncatan jabatan,” tutur Cuci Sulaiha dengan nada diplomatis namun lugas.


Proses penjaringan Ketua DPD Golkar Sumenep kali ini dipandang sebagai momentum Golden Ticket bagi partai untuk melakukan re-branding di wilayah ujung timur Pulau Madura.


Publik kini menanti, apakah Golkar akan memilih jalur konservatif atau melakukan lompatan kuantum dengan menunjuk figur yang memiliki daya tawar (bargaining power) tinggi di mata konstituen.


Upaya konsolidasi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi menjadi manifesto awal kembalinya kejayaan beringin di tengah ketatnya kontestasi politik lokal.


{R. M Hendra)

Iklan

iklan