Yahukimo, kompasone.com – Pemerintah Kabupaten Yahukimo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat pedalaman. Melalui Program Angkutan Udara Perintis Tahun Anggaran 2026, penerbangan subsidi rute Wamena–Wet resmi dilaksanakan pada 5 Januari 2026.
Atas terlaksananya penerbangan tersebut, Kepala Distrik Werima, Yeri Esema, bersama Anggota DPRK Yahukimo asal Distrik Werima, Enos Siep, 14 Kepala Kampung, seluruh masyarakat Distrik Werima, serta Ketua Panitia Lapter Wet, Obet Esema, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo.
Ucapan terima kasih tersebut secara khusus ditujukan kepada Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, Wakil Bupati Esau Miram, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, serta Kepala Bandara Wamena, yang telah memberikan perhatian dan dukungan nyata melalui fasilitasi pesawat subsidi bagi masyarakat Distrik Werima.
Menurut mereka, kehadiran penerbangan subsidi ini sangat membantu mobilitas masyarakat, terutama dalam mendukung pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi warga di wilayah yang selama ini sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Kami melihat ini sebagai bukti nyata kepedulian dan kasih setia Tuhan yang dinyatakan melalui hati para pemimpin daerah yang sungguh memperhatikan kebutuhan masyarakatnya,” ungkap Siep, perwakilan masyarakat Distrik Werima.
Masyarakat berharap program angkutan udara perintis ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan, sehingga keterisolasian wilayah Distrik Werima dapat semakin berkurang dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Sementara itu, Kepala Distrik Werima, Yeri Esema, berharap penerbangan perdana ini menjadi awal dari layanan penerbangan subsidi yang rutin dan aktif, guna mempermudah proses transportasi masyarakat serta mendukung tugas para petugas pelayanan publik, seperti kepala puskesmas dan tenaga medis, serta guru-guru yang bertugas di Distrik Werima.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun Distrik Werima secara geografis relatif dekat dengan Wamena, keterbatasan akses transportasi selama ini menjadi kendala serius dalam pelaksanaan pelayanan pemerintahan dan tugas-tugas kemasyarakatan.
Aliknoe
