Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ratusan Kades Sumenep "Bedah" IKN, Membidik Koperasi dan Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, November 07, 2025, 08:45 WIB Last Updated 2025-11-07T01:45:46Z

Sumenep, Kompasone.com – Dalam rangka inisiatif strategis untuk memformulasikan tata kelola pemerintahan desa yang adaptif dan berorientasi pada kemandirian ekonomi, sebanyak 199 Kepala Desa dari seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memulai keberangkatan untuk mengikuti agenda studi banding komprehensif ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu malam, 05 November 2025.


Eksplorasi ini secara spesifik berfokus pada peningkatan mutu, kualitas, dan kapasitas pemerintahan desa, dengan aksentuasi pada sektor Koperasi Merah Putih dan penguatan Ketahanan Pangan Nasional.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif yang diambil oleh para Kepala Desa. Beliau memandang kegiatan ini sebagai investasi strategis yang esensial dalam membentuk aparatur desa yang profesional dan visioner.


“Kami menyambut baik kegiatan studi banding ini. Peningkatan kapasitas Kepala Desa sangat penting agar tata kelola pemerintahan desa semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Anwar Syahroni Yusuf dengan nada santun namun tegas.


Beliau menekankan bahwa fokus studi banding—Koperasi Merah Putih dan Ketahanan Pangan Nasional—memiliki relevansi krusial dengan tantangan pembangunan kontemporer di tingkat akar rumput. Diharapkan, wawasan yang diperoleh dapat mendorong Kepala Desa untuk mengelola potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.


“Kami berharap setelah kembali dari kegiatan ini, para Kepala Desa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan koperasi desa, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi di tingkat desa,” jelasnya lebih lanjut.


DPMD Sumenep juga menegaskan prinsip fundamental bahwa orientasi dari studi banding ini harus terwujud dalam manfaat nyata bagi komunitas desa, melampaui sekadar perjalanan seremonial. Pemerintah desa diwajibkan untuk mempraktikkan hasil pembelajaran di lapangan, terutama dalam mengembangankan usaha produktif yang terinternalisasi dengan potensi lokal.


Menurut DPMD, sinergi yang diinisiasi antara Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), pemerintah pusat, dan Kepala Desa ini merupakan manifestasi nyata dari kolaborasi yang solid dalam memperkuat implementasi program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia.


Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, mengonfirmasi bahwa agenda studi banding ini merupakan upaya sistematis untuk menguatkan kapabilitas dan wawasan Kepala Desa dalam memanajemen potensi ekonomi serta mengamankan program-program prioritas nasional.


“Sekitar 199 Kepala Desa dari Kabupaten Sumenep berangkat ke Samarinda untuk mengikuti studi banding terkait peningkatan kapasitas, terutama di bidang Koperasi Merah Putih dan Ketahanan Pangan Nasional,” terang H. Ubaid.


Beliau menjelaskan bahwa para peserta akan berinteraksi dan berdiskusi langsung dengan sejumlah pemangku kebijakan di daerah tujuan, serta menghadiri agenda formal bersama Kementerian Koperasi dan UMKM dan Kementerian Pertanian dan Pangan Nasional.


“Kegiatan ini menjadi momentum penting agar para Kepala Desa di Sumenep bisa belajar langsung tentang tata kelola koperasi dan penguatan sektor pangan yang menjadi program utama Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.


PKDI menegaskan harapan besarnya agar ilmu dan inspirasi yang diakomodasi melalui studi banding ini dapat diimplementasikan untuk membangun koperasi yang mandiri, berdaya saing, dan inklusif bagi masyarakat desa.


Kegiatan ini dinilai sebagai format kolaborasi tripartit antara pemerintah desa, lembaga koperasi, dan pemerintah pusat, dalam upaya mewujudkan desa yang tangguh, mandiri, dan berketahanan ekonomi di era transisional menuju Ibu Kota Nusantara.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan