TAPUT, kompasone.com - Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Taput mendatangi kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen P3A) di Jakarta, Kamis (2/10/) kemarin.
Kedatangannya bukan sekadar membawa laporan, tetapi membawa harapan bagi perempuan dan anak di daerahnya.
Dalam audiensi bersama Sekretaris Kemen P3A, Titi Eko Rahayu, Neny menyampaikan kebutuhan mendesak sebuah rumah aman bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Menurutnya, rumah aman bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga ruang pemulihan, ruang belajar kembali menata hidup, dan ruang yang mengembalikan harapan.
“Keberadaan rumah aman sangat penting untuk memberikan perlindungan sekaligus pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Kami berharap dukungan Pemerintah Pusat melalui Kemen P3A semakin memperkuat program yang sudah berjalan di Kabupaten Tapanuli Utara,” ujar Neny penuh keyakinan.
Dia mengakui bahwa beberapa tahun terakhir, TP PKK Taput bersama UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Anak sudah aktif melakukan pendampingan, edukasi, serta pemberdayaan ekonomi.
Namun, tanpa rumah aman yang representatif, perlindungan masih terasa belum maksimal.
Titi Eko Rahayu, Sesmen Kemen P3A, merespons dengan optimisme.
Ia melihat inisiatif dari daerah seperti Taput sebagai energi baru untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.
“Langkah yang dilakukan Kabupaten Tapanuli Utara patut diapresiasi. Kami siap bersinergi untuk memperluas cakupan layanan serta memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan yang layak,” tegasnya.
Dari pertemuan itu lahir sinyal kuat bahwa perjuangan melindungi perempuan dan anak tidak bisa berjalan sendiri.
Perlu sinergi antara daerah dengan pusat dan aksi nyata.
(Bernat L Gaol)
