Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tegas Membantah, Wartawan: "Saya Tidak Pernah Memeras Geuchik!'"

Minggu, Agustus 24, 2025, 16:36 WIB Last Updated 2025-08-24T09:37:11Z

 


Pidie Aceh, Kompasone.com - Teuku Mustafa Ab, wartawan dari media Tribun Indonesia.com, menyampaikan bantahan tegas terkait tudingan yang dialamatkan kepada dirinya dan rekan-rekannya mengenai pemberitaan dugaan pemerasan terhadap para Geuchik di Pidie. 


Ia menekankan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan berpotensi sebagai upaya penggiringan opini yang dapat merugikan nama baik profesi wartawan.

 

"Berita itu tidak benar. Saya dan rekan-rekan tidak pernah melakukan tindakan pemerasan seperti yang dituduhkan," ujar Teuku Mustafa Ab, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Ia menambahkan bahwa sebagai putra daerah Pidie yang kini berdomisili di luar wilayah tersebut, ia merasa bertanggung jawab untuk memberikan klarifikasi terhadap informasi yang beredar dan dianggapnya tidak akurat. 


"Saya memiliki pemahaman yang baik tentang situasi di kampung halaman saya, dan saya dapat memastikan bahwa berita mengenai pemerasan itu tidak sesuai dengan fakta yang ada," tegasnya.

 

Secara terpisah, Abdullah, sebagai perwakilan dari Forum Muara Tiga, juga menyampaikan klarifikasi terkait kunjungan beberapa wartawan ke wilayahnya beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa kedatangan para wartawan tersebut semata-mata untuk melakukan diskusi dan bertukar informasi dalam suasana yang konstruktif dan bersahabat. 


Tidak ada indikasi tekanan, intimidasi, atau permintaan yang melampaui batas selama interaksi tersebut.

 

"Mengenai pemberian bantuan untuk biaya perjalanan ke Langsa, perlu saya garis bawahi bahwa hal itu merupakan inisiatif dari Forum Muara Tiga sebagai wujud apresiasi atas jalinan silaturahmi dan dukungan terhadap tugas-tugas jurnalistik yang diemban oleh rekan-rekan media," sebagai kaperwil Aceh ungkap Abdullah. 


Ia juga menegaskan bahwa tidak ada maksud tersembunyi atau agenda tertentu di balik pemberian bantuan tersebut, apalagi yang mengarah pada tindakan pemerasan seperti yang diisukan dalam pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 


"Kami sangat menyayangkan adanya interpretasi yang menyimpang dan upaya pembentukan opini yang dapat mencoreng citra Forum Muara Tigj berita yang beredar tersebut tidak valid atau 'hoax'," pungkasnya.


Is - Aceh

Iklan

iklan