Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Satreskrim Polres Kota Pasuruan dan Warga Bersinergi, Perang Sarung di Pasuruan Berhasil Dibubarkan

Selasa, Maret 04, 2025, 12:38 WIB Last Updated 2025-03-05T08:28:21Z


Pasuruan, Kompasone.com – Aksi perang sarung yang dilakukan sekelompok pemuda di Kota Pasuruan berhasil dibubarkan setelah aparat kepolisian dan warga setempat bertindak cepat. Insiden yang terjadi di Perumnas Bugul Kidul itu sempat memicu ketegangan sebelum akhirnya terkendali.


Peristiwa bermula saat sekitar 20 remaja berkumpul di sekitar SMA 2 Pasuruan. Tanpa alasan yang jelas, kelompok tersebut tiba-tiba berbalik arah dan mengejar beberapa pemuda yang berada di Perumnas Bugul Kidul. “Mereka datang mendekat, lalu tiba-tiba mengejar anak-anak sini,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.


Merasa terancam, para pemuda yang menjadi sasaran langsung berlari menyelamatkan diri. Mereka berpencar ke berbagai arah, termasuk ke Kebonagung dan Tamanan, sebelum kembali ke Perumnas Bugul Kidul. Namun, kelompok penyerang tetap mengejar hingga memasuki kawasan permukiman.


Ketegangan semakin meningkat ketika beberapa anggota kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam seperti celurit, pentungan besi, dan roti kalung—alat tradisional yang dapat digunakan untuk melukai. Warga yang melihat kejadian ini segera berkumpul dan bersiap menghadapi para pemuda tersebut.


Beruntung, aksi main hakim sendiri dapat dicegah setelah Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan Kota tiba di lokasi. “Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak untuk mengamankan situasi,” ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofa.


Petugas segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mengamankan para pemuda yang terlibat. Namun, karena jumlah mereka cukup banyak, sebagian besar berhasil melarikan diri. Polisi hanya berhasil menangkap tiga orang yang kemudian dibawa ke kantor untuk diperiksa lebih lanjut.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga remaja yang diamankan berasal dari beberapa wilayah di timur Pasuruan, seperti Banyu Biru, Lekok, Grati, dan Rejoso. Polisi menduga mereka merupakan bagian dari kelompok yang kerap melakukan aksi kekerasan dengan dalih tradisi perang sarung.


“Kami sedang mendalami keterlibatan mereka dan mencari tahu apakah ada kelompok lain yang terlibat. Dari informasi yang kami peroleh, aksi seperti ini memang kerap terjadi setiap tahun,” lanjut Iptu Choirul Mustofa.


Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang berhasil melarikan diri. Warga diminta tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.


Sebagai langkah pencegahan, aparat keamanan akan meningkatkan patroli di daerah rawan guna menghindari kejadian serupa terulang. “Kami akan bertindak tegas terhadap pelaku aksi kriminalitas yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.


Muh

Iklan

iklan