Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Angin Kencang Terjang Pasuruan, Parkiran Sekolah Rusak dan Rumah Warga Terdampak

Rabu, Maret 19, 2025, 21:27 WIB Last Updated 2025-03-19T14:28:09Z


Pasuruan, Kompasone.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (19/3/2025). Akibatnya, parkiran sepeda motor di SMKN Tutur mengalami kerusakan parah. Tiang bambu yang menjadi penopang parkiran terlepas dan terbawa angin hingga menancap di atap rumah warga. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada bagian atap, plafon, dan kamar sebuah rumah di sekitar lokasi kejadian.


Salah satu rumah terdampak adalah milik Endang Sri Rahayu, warga Dusun Krajan 2 RT 004 RW 001, Desa Tutur. "Atap rumah saya jebol, plafon rusak, dan ruang tamu berantakan akibat terpaan angin," ujarnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun kerugian materi diperkirakan cukup besar.


Selain rumah warga, angin kencang juga menyebabkan parkiran sekolah porak poranda. Sejumlah sepeda motor milik siswa terhempas dan berserakan di halaman sekolah. Petugas sekolah segera melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang mengalami kerusakan berat.


Babinsa Tutur dari Koramil 0819/24, Serma Jaya, bersama Kepala Dusun Krajan 2 dan petugas Trantib Desa Tutur, langsung mendatangi lokasi kejadian. "Kami melakukan pendataan serta membantu warga yang terdampak. Cuaca ekstrem seperti ini harus diwaspadai," kata Serma Jaya.


Pihak desa dan aparat terkait tengah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Selain itu, pihak sekolah berencana mengevaluasi konstruksi parkiran agar lebih kokoh dan aman dari angin kencang.


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. "Kami mengingatkan warga agar memperkuat struktur bangunan dan menghindari tempat terbuka saat terjadi angin kencang," kata seorang perwakilan BPBD.


Sejumlah warga yang terdampak mulai melakukan perbaikan rumah secara mandiri, dibantu oleh tetangga sekitar. Warga berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan kerusakan yang terjadi.


Di sisi lain, pihak sekolah berjanji akan segera membangun kembali parkiran dengan struktur yang lebih kuat. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kejadian ini tidak terulang," ujar salah satu perwakilan sekolah.


Hingga kini, kondisi cuaca di Desa Tutur masih mendung, meski hujan dan angin kencang telah mereda. Warga diminta untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.


Musim hujan yang masih berlangsung menuntut masyarakat untuk lebih berhati-hati. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan edukasi serta bantuan bagi warga agar lebih siap menghadapi potensi bencana akibat cuaca buruk.


Muh

Iklan

iklan