Sumenep, Kompasone.com - Dalam kancah perhelatan budaya Nusantara, Sumenep kembali menorehkan tinta emas dengan suksesnya penyelenggaraan Lomba Musik Tong-Tong. Layaknya sebuah orkestra yang harmoni, ribuan pasang mata tertuju pada panggung utama, menyaksikan irama khas Tong-Tong yang menggema membuncah, menggetarkan jiwa dan raga.(15/12/24)
Kemacetan yang sempat melanda seolah menjadi saksi sebuah perjalanan panjang musik Tong-Tong dalam menembus batas-batas waktu dan ruang. Kendati demikian, semangat masyarakat Sumenep bagai aliran sungai yang tak pernah surut, terus mengalir deras menyuburkan akar budaya leluhur.
Empat puluh grup musik, masing-masing membawa warna dan karakter yang unik, hadir bak sekuntum bunga yang mekar dalam satu taman. Setiap alunan nada dan lirik yang dilantunkan adalah sebuah puisi indah yang mengisahkan sejarah, nilai-nilai luhur, dan kehidupan masyarakat Sumenep.
Bupati Ach. Fauzi Wongsoyudo dalam sambutannya menyatakan, "Lomba Musik Tong-Tong bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah perayaan atas kekayaan budaya kita. Melalui musik Tong-Tong, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga membuka jendela dunia untuk mengenal lebih dekat pesona Sumenep."
Para peserta, bagai penenun ulung, merangkai not-not musik menjadi sebuah tapestri yang indah. Setiap ketukan tong-tong adalah benang emas yang menyulam kisah-kisah inspiratif. Variasi irama dan lirik yang disajikan membuktikan bahwa musik Tong-Tong bukanlah fosil masa lalu, melainkan sebuah entitas yang hidup dan terus berkembang.
Lomba Musik Tong-Tong telah berhasil membuktikan bahwa budaya adalah kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat. Dalam era globalisasi yang serba cepat, semangat pelestarian budaya seperti ini patut diapresiasi. Musik Tong-Tong telah menjadi duta budaya Sumenep yang tak kenal lelah mempromosikan keindahan dan keunikan tanah Madura di kancah nasional maupun internasional.
(R. M Hendra)
