Sumenep, Kompasone.com — Suasana haru menyelimuti keluarga NH, warga Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Setelah sekian lama hidup dalam ketakutan dan trauma akibat menjadi korban pelecehan seksual, akhirnya pelaku berhasil diringkus oleh pihak kepolisian. Keberhasilan penangkapan ini tidak lepas dari peran aktif Kepala Desa Aeng Panas, Muhammad Romli, yang sejak awal kejadian terus memberikan dukungan dan berupaya sekuat tenaga untuk membawa pelaku ke meja hijau.(20/7/2024)
NH, yang didampingi oleh suaminya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Kades Romli, Bahwa Ia sangat berterima kasih kepada Kades. Berkat beliau, ia merasa terlindungi dan mendapatkan keadilan.
"Saya tidak menyangka bahwa seorang kepala desa bisa sepeduli ini dengan nasib warganya," ungkapnya NH dengan suara bergetar.
Pelaku berhasil ditangkap pada 20/7/2024 lalu setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan intensif. Menurut keterangan Kades Romli, sejak laporan kasus ini masuk, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku.
"Saya tidak ingin ada warga saya yang menjadi korban kejahatan seksual. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya agar menjadi efek jera," tegas Romli. Kades aeng panas
Selain memberikan dukungan moril, Kades aeng panas Romli juga memastikan bahwa korban mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis yang memadai.
"Kami akan terus mendampingi korban hingga kasus ini selesai," ujar Kades aeng panas
Penangkapan pelaku disambut gembira oleh masyarakat Desa Aeng Panas. Mereka mengapresiasi keberanian korban yang berani melaporkan kasus ini dan juga tindakan tegas Kades Romli. "Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berani melaporkan setiap tindakan kejahatan," ujar salah seorang warga.
Kasus pelecehan seksual yang menimpa NH menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Korban berharap kasus ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Saya berharap tidak ada lagi korban pelecehan seksual di desa kami," ujar NH.
(R.M Hendra)
