TAPUT, kompasone.com – Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung berhasil melakukan pemasangan ring jantung (stent) terhadap pasien pertama, Kamis (5/11).
Tindakan intervensi jantung tersebut sepenuhnya dilaksanakan tenaga medis RSUD Tarutung dengan pendampingan dan supervisi tim ahli dari RSUP H. Adam Malik Medan.
Keberhasilan ini menandai dimulainya pelayanan kardiovaskular intervensi non-bedah di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Dengan demikian, masyarakat setempat memiliki akses lebih dekat terhadap penanganan penyakit jantung tanpa harus selalu menjalani rujukan ke Medan.
Direktur RSUP H. Adam Malik Medan, dr. Zainal Safri, Sp.PD-KKV, kepada wartawan termasuk kompasone menjelaskan bahwa keterlibatan timnya merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan RI untuk membimbing rumah sakit di daerah termasuk RSU Tarutung dalam mengembangkan layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).
Dalam wawancara itu, Dia menegaskan bahwa tim RSUP H. Adam Malik tidak mengambil alih tindakan medis, melainkan mendampingi sekaligus menyupervisi tenaga medis RSUD Tarutung selama prosedur pemasangan ring berlangsung.
Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi dokter dan tenaga medis setempat agar mampu memberikan pelayanan intervensi jantung secara mandiri.
Melalui pengembangan layanan ini, pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan yang membutuhkan tindakan pemasangan ring diharapkan dapat memperoleh penanganan di RSUD Tarutung sesuai indikasi medis dan ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, yang hadir bersama Direktur RSUD Tarutung dr. Bobby Simanjuntak, serta Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian Marpaung.
Bupati Taput JTP mengatakan, pengembangan fasilitas Cathlab (Catheterization Laboratory) merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, selama ini Taput termasuk salah satu daerah dengan jumlah rujukan kasus KJSU yang tinggi ke RSUP H. Adam Malik Medan.
Karena itu, keberadaan fasilitas intervensi jantung di RSUD Tarutung diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi kebutuhan perjalanan rujukan ke luar daerah.
JTP juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional.
"Testimoni dari keluarga pasien sudah mulai bermunculan dan diapresiasi di media sosial. Tolong kepercayaan masyarakat ini kita jaga bersama. Kepercayaan itu dimulai dari keramahan dan kualitas pelayanan dari nakes kita," tegasnya.
JTP turut mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan RI dan RSUP H. Adam Malik Medan dalam pengembangan kemampuan pelayanan spesialistik di Tarutung. Pemkab Taput, lanjutnya, siap mendukung kebutuhan dokter spesialis serta mengusulkan revitalisasi infrastruktur rumah sakit.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI dr. Obrin Parulian Marpaung menjelaskan bahwa penyakit jantung, stroke, ginjal, serta kematian ibu dan anak merupakan fokus prioritas nasional karena berkaitan dengan tingginya angka kematian dan kebutuhan pembiayaan kesehatan.
Karnanya kata dia, pemerintah pusat terus memperluas pemerataan fasilitas medis dan alat kesehatan ke 514 kabupaten/kota di Indonesia.
"Program tersebut mencakup penyediaan peralatan dengan skema kontrak servis selama tujuh tahun serta pembiayaan pelatihan tenaga medis untuk memperkuat kemampuan pelayanan intervensi", tandasnya.
(Bernat L Gaol)
