Sumenep, Kompasone.com - Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait pelaksanaan razia gabungan di tempat hiburan malam Cafe Mr. Ball, Sumenep, pada Minggu malam (01/11/2026), pihak BNNP Jawa Timur bersama BNNK Sumenep memberikan klarifikasi tegas.
Tudingan miring mengenai adanya "uang tebusan Rp35 juta per kepala", pelolosan pengunjung positif narkoba, hingga rekayasa atau "sandiwara" razia dipastikan tidak benar alias fitnah yang tidak berdasar.
Operasi gabungan yang melibatkan BNNP Jatim dan BNNK Sumenep ini murni merupakan wujud komitmen negara dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.
Prosedur operasional standar (SOP) telah dijalankan secara ketat. Tes urine dilakukan secara objektif kepada para pengunjung yang dicurigai berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, tanpa ada unsur tebang pilih, rekayasa, atau pembiaran terhadap pelanggar hukum.
Isu yang menyebutkan adanya oknum petugas yang mengawal pengunjung lolos dari tes urine dengan imbalan uang tebusan Rp 35 juta per orang adalah tuduhan fiktif yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan kredibilitas institusi.
Tidak ada transaksi finansial apa pun dalam pelaksanaan razia ini. Pihak BNN menantang pihak manapun yang menyebarkan rumor tersebut untuk membuktikan kebenarannya secara hukum, bukannya melempar opini liar yang merusak citra penegak hukum.
Jangankan melindungi pelaku, BNNP Jatim dan BNNK Sumenep saat ini justru sedang fokus melakukan pengembangan mendalam (pendalaman jaringan) terhadap temuan di lapangan.
Langkah investigasi tidak berhenti pada tes urine semata, melainkan terus dikejar untuk membongkar siapa bandar besar, pemasok, hingga pola distribusi (sistem rajau atau kurir) yang menyuplai barang haram tersebut ke wilayah Sumenep.
Keberhasilan mengungkap jaringan ini justru sedang diuji oleh pihak-pihak yang mencoba memutar balikkan fakta.
BNN mengimbau masyarakat Kabupaten Sumenep agar tidak mudah percaya pada narasi sepihak yang bersumber dari anonim atau pihak-pihak yang merasa terganggu dengan penindakan tegas aparat.
Perang melawan narkoba membutuhkan dukungan penuh masyarakat, bukan malah digembosi dengan berita bohong (hoaks) yang mendiskreditkan kerja keras petugas di lapangan.
BNNP Jatim dan BNNK Sumenep tetap berkomitmen untuk transparan dan profesional dalam membersihkan Sumenep dari jeratan narkoba.
(R. M Hendra)
