NAGAN RAYA, kompasone.com -Program revitalisasi SMA Negeri 1 Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 telah rampung tepat waktu. Sebanyak 11 ruang kelas berhasil direvitalisasi sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus memulihkan fasilitas sekolah yang terdampak bencana banjir pada 26 November 2025.
Penyelesaian program tersebut menjadi perkembangan positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nagan Raya, khususnya dalam mendukung kegiatan belajar mengajar yang aman dan nyaman setelah bencana.
Kepala SMA Negeri 1 Darul Makmur, Rosmaniar, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di lingkungan sekolah pada Rabu (28/10/2026), menjelaskan perkembangan revitalisasi serta kondisi sarana dan prasarana pendidikan pascabanjir.
Rosmaniar menyampaikan bahwa pelaksanaan revitalisasi 11 ruang kelas merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemulihan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang mengalami dampak kerusakan akibat bencana alam.
Enam Ruangan Masih Memerlukan Penanganan
Secara keseluruhan, SMA Negeri 1 Darul Makmur memiliki 17 ruang kegiatan belajar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 ruangan telah mendapatkan penanganan melalui program revitalisasi APBN Tahun 2026, sedangkan enam ruangan lainnya masih berada dalam kondisi yang memerlukan rehabilitasi lanjutan.
Banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 mengakibatkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Saat bencana berlangsung, ketinggian air di lingkungan sekolah diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter.
Selain ruang belajar, beberapa fasilitas pendukung juga terdampak, di antaranya pagar keliling sekolah, bangunan laboratorium, ruang komputer, gudang penyimpanan inventaris, serta sarana olahraga.
Kondisi tersebut merupakan bagian dari gambaran kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah secara bertahap.
Kondisi Sekolah Telah Disampaikan kepada Dinas Pendidikan Aceh
Rosmaniar menjelaskan bahwa kondisi sarana dan prasarana SMA Negeri 1 Darul Makmur pascabencana telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Aceh melalui mekanisme koordinasi kedinasan.
Informasi mengenai kondisi bangunan sekolah disampaikan melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) setempat sebagai jalur koordinasi dengan Dinas Pendidikan Aceh.
Selain melalui Cabdin, kondisi sekolah juga pernah disampaikan secara langsung kepada pihak Dinas Pendidikan Aceh dalam kesempatan kegiatan kedinasan yang berlangsung di Banda Aceh.
Penyampaian tersebut merupakan bagian dari pelaporan dan koordinasi mengenai kondisi infrastruktur sekolah, termasuk perkembangan revitalisasi yang telah dilaksanakan serta keadaan sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung yang masih mengalami kerusakan.
Dengan demikian, kondisi SMA Negeri 1 Darul Makmur telah dikomunikasikan melalui jalur kedinasan, baik di tingkat cabang dinas maupun langsung kepada pihak Dinas Pendidikan Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Rosmaniar juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah melalui program revitalisasi tahun 2026 yang telah memberikan manfaat bagi kelangsungan kegiatan pendidikan di sekolah.
Peninggian Bangunan untuk Mengantisipasi Banjir Musiman
Berdasarkan kondisi sekolah pascabanjir, salah satu aspek penting dalam perencanaan rehabilitasi adalah peninggian bangunan untuk mengurangi risiko masuknya air saat banjir musiman.
Pengalaman banjir November 2025 menunjukkan bahwa ketinggian genangan air menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pembangunan sarana pendidikan di wilayah tersebut.
Peninggian lantai bangunan paling rendah satu meter dari kondisi sebelumnya menjadi salah satu kebutuhan teknis yang perlu dipertimbangkan dalam rehabilitasi, dengan tetap memperhatikan kajian struktur, elevasi banjir, dan keselamatan bangunan.
Selain peninggian lantai, penyesuaian dinding, struktur bangunan, sistem drainase, halaman sekolah, serta akses penghubung antargedung juga menjadi bagian dari penataan lingkungan pendidikan agar lebih siap menghadapi potensi banjir pada masa mendatang.
Pendekatan tersebut bertujuan agar rehabilitasi sekolah tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga meningkatkan ketahanan fasilitas pendidikan terhadap bencana berulang.
Pagar Keliling dan Fasilitas Pendukung Sekolah
Selain bangunan ruang kelas, pagar keliling SMA Negeri 1 Darul Makmur merupakan salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir November 2025.
Sejumlah bagian pagar dilaporkan roboh sehingga kondisi tersebut turut menjadi bagian dari pendataan kerusakan lingkungan sekolah.
Pagar keliling memiliki fungsi penting dalam menjaga keamanan peserta didik, perlindungan aset sekolah, serta ketertiban lingkungan pendidikan.
Di sisi lain, fasilitas laboratorium dan ruang komputer menjadi sarana pendukung kegiatan pembelajaran praktik, pengembangan keterampilan teknologi, serta pelaksanaan asesmen berbasis komputer.
Sarana olahraga, termasuk lapangan voli, juga merupakan bagian dari fasilitas sekolah yang mendukung pengembangan minat, bakat, dan aktivitas peserta didik.
Saat ini, SMA Negeri 1 Darul Makmur melayani sekitar 570 siswa dengan dukungan tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri atas 37 PNS, satu guru kontrak provinsi, dan tujuh guru honorer.
Dengan jumlah peserta didik tersebut, keberadaan fasilitas pendidikan yang aman dan memadai menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kualitas kegiatan belajar mengajar.
Pemulihan Sekolah Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah Pusat
Pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak bencana di Aceh merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang menjadi perhatian pemerintah.
Pemerintah telah menerbitkan **Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.*
Kebijakan tersebut menjadi landasan koordinasi percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, termasuk fasilitas pelayanan publik dan infrastruktur pendidikan sesuai kewenangan instansi terkait.
Dalam konteks SMA Negeri 1 Darul Makmur, penyelesaian 11 ruang kelas pada tahun 2026 menjadi salah satu bagian dari proses pemulihan sarana pendidikan pascabencana.
Sementara itu, kondisi enam ruangan dan sejumlah fasilitas pendukung yang belum tertangani menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur yang dapat dipertimbangkan dalam tahapan perencanaan rehabilitasi berikutnya.
Masyarakat berharap program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya Aceh, dapat terus berlangsung pada tahun 2027 dan 2028 sehingga fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dapat kembali berfungsi secara optimal.
Revitalisasi Menjadi Langkah Positif bagi Pendidikan Nagan Raya
Rampungnya revitalisasi 11 ruang kelas SMA Negeri 1 Darul Makmur pada tahun 2026 menjadi salah satu capaian positif dalam proses pemulihan fasilitas pendidikan setelah bencana.
Melalui koordinasi antara pihak sekolah, Cabang Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan Aceh, dan pemerintah pusat sesuai kewenangannya, kondisi sarana dan prasarana pendidikan dapat menjadi bagian dari bahan evaluasi serta perencanaan pembangunan secara berkelanjutan.
Program revitalisasi yang telah dilaksanakan diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat sekitar.
Ke depan, penataan infrastruktur pendidikan yang memperhatikan ketahanan terhadap banjir menjadi aspek penting, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana.
Bagi masyarakat Kabupaten Nagan Raya, keberlanjutan pemulihan sarana pendidikan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan generasi muda dapat memperoleh layanan pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
(Koornas, Raja)

