Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Pertanian Jadi Kunci Ekonomi dan Pemulihan Taput

Senin, Oktober 05, 2026, 20:59 WIB Last Updated 2026-10-05T13:59:36Z

 


TAPUT, kompasone.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menempatkan sektor pertanian sebagai kunci penguatan ekonomi sekaligus pemulihan daerah pascabencana hidrometeorologi.


Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat menyumbang 42,88 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tapanuli Utara, dengan nilai mencapai Rp5,44 triliun.


Hal itu disampaikan Bupati Taput Jonius Taripara Parsaoran Hutabarat (JTP) dalam pidatonya pada puncak Hari Jadi ke-81 Tapanuli Utara di Lapangan Serbaguna Tarutung, Senin (5/10).


“Membangun Tapanuli Utara berarti membangun pertaniannya; memperkuat ekonomi Tapanuli Utara berarti memperkuat petani dan pelaku usaha di sektor pertanian,” tegas JTP


Penguatan sektor tersebut dilakukan melalui sejumlah program, antara lain penanaman kopi Arabika seluas 845 hektare sebagai bagian dari program 2,2 juta bibit kopi.


Pemkab Taput juga mengembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba seluas 50 hektare dengan konsep zero waste serta menyalurkan 525 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp12,96 miliar.


Sebanyak 131 akta notaris badan hukum juga diberikan gratis kepada kelompok tani untuk memperkuat kelembagaan sekaligus mendukung akses petani terhadap berbagai program pembangunan.


Di sisi lain, penguatan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari pemulihan infrastruktur akibat bencana. Pemerintah menyebut 25 jembatan telah dibangun melalui kolaborasi dengan TNI, Polri dan Yayasan Buddha Tzu Chi.


Pemulihan juga menyasar tempat tinggal warga terdampak. Sebanyak 161 unit hunian tetap (Huntap) dan 40 unit hunian sementara (Huntara) dibangun di Kecamatan Adiankoting.


JTP juga menyampaikan bahwa pemulihan infrastruktur menjadi penting karena kelancaran akses turut menentukan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama mobilitas hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar.


Tema Hari Jadi ke-81, “Pertanian Berkelanjutan untuk Ekonomi Tapanuli Utara Maju”, sekaligus menjadi penegasan arah pembangunan daerah yang menempatkan sektor pertanian sebagai basis ekonomi.


Rangkaian peringatan yang berlangsung sejak 13 September hingga 11 Oktober 2026 juga diisi kegiatan penanaman kopi dan jagung, pembagian alsintan serta pameran pertanian yang menampilkan potensi komoditas daerah.


JTP mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan dan gotong royong agar pembangunan ekonomi dan pemulihan daerah dapat berjalan beriringan.


“Dengan kebersamaan, sinergi, dan gotong royong, mari kita bersama-sama menjemput cita-cita Kabupaten Taput yang semakin maju, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. 


(Bernat L Gaol)

Iklan

iklan