Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Mendikdasmen Dialog dengan Guru di Taput

Kamis, Oktober 15, 2026, 21:08 WIB Last Updated 2026-10-15T14:09:02Z

 


TAPUT, kompasone.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti berdialog langsung dengan ratusan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis (15/10).


Dialog yang berlangsung di Aula Martua, Kantor Bupati Taput itu, membahas peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses pembelajaran, serta tantangan yang dihadapi tenaga pendidik di daerah.


Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Staf Khusus Menteri Didik Suhardi, Direktur SMP Maulani Mega Hapsari, jajaran pemerintah daerah, serta guru dan kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.


Dalam dialog itu, Bupati Jonius memaparkan kondisi pendidikan di Taput, termasuk sebaran sekolah hingga pelosok desa dan pemetaan tenaga pendidik. Ia menyampaikan bahwa pemerataan sarana dan peningkatan kualitas pembelajaran menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah.


“Kehadiran Bapak Menteri di tengah-tengah para guru dan kepala sekolah merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi besar bagi dunia pendidikan Tapanuli Utara,” ujar Jonius.


Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar seluruh anak memperoleh hak pembelajaran yang layak.


Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen mengusung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, yang menitikberatkan pemerataan akses sekaligus penjaminan mutu pendidikan.


“Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat, diperlukan keterpaduan program, penguatan infrastruktur fisik maupun pedagogis, serta dukungan regulasi yang tepat,” kata Abdul Mu’ti.


Dia juga menekankan pentingnya masukan dari para guru sebagai bahan perbaikan kebijakan dan pelaksanaan program pendidikan.


“Kami sangat terbuka terhadap masukan, saran, dan kritik dari para guru di lapangan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.


Dialog berlangsung interaktif. Para guru dan kepala sekolah menyampaikan aspirasi, kendala pembelajaran, serta pandangan terkait peningkatan kompetensi guru dan kualitas sarana pendidikan.


Aspirasi tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan persoalan pendidikan di daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai masukan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan sekolah serta tenaga pendidik di Taput.


 (Bernat L Gaol)

Iklan

iklan