Toraja Utara, kompasone.com — Gerakan Solidaritas Mahasiswa Toraja (GASMATOR) menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa dan seorang staf SMAN 3 Toraja Utara setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini dinilai bukan persoalan sepele. Ketika puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program pemerintah, keselamatan peserta didik, kualitas makanan, serta tanggung jawab penyelenggara harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Mantan Bendahara Umum GASMATOR, Deskia Richard, menegaskan bahwa keselamatan siswa tidak boleh dikorbankan atas nama program apa pun. Ia meminta dugaan keracunan tersebut diusut secara transparan dan menyeluruh, tanpa menuduh pihak tertentu sebelum hasil pemeriksaan resmi menetapkan penyebabnya.
Atas dasar tersebut, GASMATOR menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni:
1. Mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan setiap siswa yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan pelayanan medis yang memadai, pemantauan kondisi, serta pendampingan hingga pulih.
2. Mendesak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar bersama instansi berwenang untuk segera menuntaskan pemeriksaan sampel makanan dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat.
3. Mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Palawa guna memastikan pelaksanaan program MBG memenuhi standar keamanan pangan.
4. Mendesak aparat penegak hukum mengusut kemungkinan adanya unsur kelalaian berat (culpa) atau potensi pelanggaran hukum dalam pengadaan bahan makanan yang tidak layak konsumsi. Menurut GASMATOR, kasus yang berpotensi mengancam keselamatan anak-anak tidak boleh diselesaikan hanya dengan permintaan maaf atau pembenahan fasilitas.
GASMATOR menegaskan bahwa program yang dirancang untuk meningkatkan gizi tidak seharusnya justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat akibat lemahnya pengawasan atau ketidakpatuhan terhadap standar keamanan pangan.
Kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah, menurut GASMATOR, harus dibangun melalui transparansi, evaluasi yang objektif, dan keberanian untuk memperbaiki setiap kekurangan yang ditemukan.
GASMATOR juga mengajak seluruh elemen mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat Toraja untuk tetap menunjukkan solidaritas terhadap para siswa yang terdampak serta mengawal proses pemeriksaan secara kritis, damai, dan bertanggung jawab.
Deskia Richard turut menegaskan bahwa program MBG harus dijalankan dengan mengutamakan keselamatan para penerima manfaat.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibiayai oleh uang rakyat dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pemenuhan gizi dan nutrisi sejak dini, bukan untuk mengancam keselamatan jiwa mereka akibat tata kelola dapur yang buruk dan minim pengawasan. Jika dalam waktu dekat belum ada kejelasan hukum dan sanksi nyata bagi SPPG terkait, Gerakan Solidaritas Mahasiswa Toraja (GASMATOR) akan mengonsolidasikan massa untuk melakukan aksi yang lebih besar demi menuntut keadilan hukum yang seadil-adilnya,” tegas Deskia Richard.
-VAL
