Sumenep, Kompasone.com - Insiden perkelahian yang melibatkan petugas loket Pasar Anom Baru Sumenep dan salah satu pedagang setempat ternyata menjadi puncak gunung es dari buruknya tata kelola pasar tradisional terbesar di Kabupaten Sumenep tersebut.
Pasca-kejadian, terungkap fakta mengejutkan: portal otomatis pintu masuk pasar telah rusak parah dan dibiarkan terbengkalai selama berminggu-minggu tanpa ada upaya perbaikan sedikit pun.
Alasan klasik dan terkesan melepaskan tanggung jawab pun keluar dari mulut petugas pasar bernama Pak Hasan, yang menyebutkan bahwa "tidak ada anggaran" untuk memperbaiki portal pintu masuk tersebut.
Pernyataan ini sontak memantik amarah dan kritik pedas dari Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik, Rasyid Nadyin. Ia menilai alasan ketiadaan anggaran sangat ironis, tidak masuk akal, dan terkesan membodohi publik.
"Saya sangat menyayangkan portal yang sudah lama mengalami kerusakan itu dibiarkan terbengkalai begitu saja sampai saat ini," tegas Rasyid.
Rasyid menekankan bahwa Pasar Anom Baru merupakan pusat perputaran ekonomi dan belanja terbesar di Sumenep. Oleh karena itu, narasi bahwa UPT Pasar tidak memiliki anggaran untuk sekadar memperbaiki fasilitas vital seperti portal adalah hal yang mustahil dan mengada-ada.
Kelalaian ini tidak hanya memperlihatkan kinerja petugas yang asal-asalan, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat dan pedagang, diantaranya
》Jalur masuk dan area dalam pasar menjadi semrawut dan macet total.
》Waktu belanja masyarakat tersita dan terbuang sia-sia hanya karena terjebak kemacetan di area pasar.
Petugas di lapangan dinilai secara terang-terangan mengabaikan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta merusak nama baik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumenep.
Lebih lanjut, Rasyid mendesak Kepala Disperindag Sumenep, Bapak Ramli, untuk tidak hanya duduk manis di belakang meja atau sekadar menerima laporan "asal bapak senang" dari jajarannya.
"Kepala Dinas sesekali harus turun langsung untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Agar beliau tahu betul kendala dan bobrok apa saja yang terjadi setiap bulannya di Pasar Anom Baru. Sebab, tidak semua Kepala UPT Pasar punya integritas dan tanggung jawab yang sama dalam menjalankan tugasnya," cetus Rasyid dengan nada sinis.
Pembiaran fasilitas publik dan sikap keliru petugas lapangan ini menjadi bukti nyata kurangnya profesionalisme pengelola pasar. Masyarakat kini menunggu tindakan tegas dari Kepala Diskoperindag Sumenep untuk segera membenahi fasilitas dan menindak oknum pegawai yang lalai menjalankan tugasnya.
Sebelum berita ini diterbitkan, wartawan kompasone.com telah berupaya melakukan konfirmasi resmi ke kantor UPT Pasar Anom Baru Sumenep. Namun, Kepala UPT Pasar Anom, Bapak Subay, terkesan menghindari awak media dan enggan ditemui secara langsung.
Pihaknya hanya mengutus staf bawahannya untuk menghadapi wartawan tanpa memberikan penjelasan komprehensif terkait permasalahan yang ada. Hingga berita ini diturunkan, Kepala UPT belum memberikan keterangan resmi secara langsung atas carut-marutnya pengelolaan pasar tersebut.
(R. M Hendra)
