![]() |
| Petugas razia dam tes urine pengunjung Vegas Karaoke' |
Kisaran, kompasone.com - Petugas gabungan Polres Asahan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Asahan melakukan razia Tempat Hiburan Malam (THM) di Kisaran,Rabu (14/10-2026) sekira pukul 23.30 Wib.Razia dilakukan guna menciptakan Kamtibmas dan menekan peredaran narkoba di THM sekitar Kabupaten Asahan.
Sayangnya, razia yang dilakukan itu berakhir tanpa hasil karena diduga telah bocor. Tak satupun pelaku kejahatan narkoba atau yang mengkonsumsi berhasil diamankan.
Petugas hanya melakukan razia di "Vegas Karaoke" yang berada di Komplek Graha Kisaran.
Pantauan awak media dilapangan, awalnya sekira pukul 23.30 Wib petugas gabungan Kepolisian Polres dan BNN Asahan tiba dikomplek Graha Kisaran. Para petugas datang dengan mengendarai dua unit mobil patroli, beberapa unit mobil pribadi dan sepeda motor.
Sebelum melakukan pemeriksaan di THM petugas berkumpul persis didepan Bank BRI yang berada sekitar lokasi. Dengan membentuk dua tim petugas lalu bergerak melakukan penyisiran.
Petugas lalu menyambangi beberapa ruko yang ditenggarai menjadi lokasi dugem,namun semua pintu dalam keadaan tertutup.
Tak berapa lama petugas gabungan melakukan pemeriksaan di 'Vegas Karaoke" yang diduga tempat transaksi narkoba.Namun petugas tidak menemukan pengunjung didalam ruangan.
Petugas hanya menemukan beberapa orang karyawan dan seorang Disc Jockey (DJ) yang sedang mulai menyetel musik. Mereka diperiksa secara bergantian dan diminta melakukan tes urine ditempat.
Pemeriksaan urine yang dilakukan hasilnya negatif dan tidak ditemukan tanda-tanda mengkonsumsi narkoba. Usai melakukan pemeriksaan beberapa jam petugas meninggalkan lokasi tanpa hasil.
'Vegas Karaoke" selama ini diduga tempat paling aman mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi. Infonya lokasi itu kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.
Informasi itu beredar dikalangan pengunjung dan penikmat dunia malam. Karena dirasa aman sehingga tempat itu kerap ramai pengunjung.
"Aneh juga kalau tak ada hasil dari razia di Vegas Karaoke itu. Padahal selama ini banyak kali orang joget disitu setelah mengkonsumsi narkoba,"ujar Doni Alfan salah seorang aktivis Asahan.
Dirinya mengaku transaksi narkoba sering terjadi dalam area Vegas Karaoke. "Kita tinggal pesan aja sama waiters didalam kalau mau nekan (konsumsi-red) obat joget bang,"jelasnya.
Ketika ditanya pramusaji selalu mengaku 'obat joget' itu diambil dari luar bukan dalam area Vegas. Kemungkinan itu hanya modus untuk menghilangkan kesan peredaran narkoba tidak pernah ada dalam THM tersebut.
Kasatnarkoba Polres Asahan,AKP Gunawan Effendi SH dikonfirmasi melalui KBO Satnarkoba Polres Asahan,Iptu Dodi Frangky membenarkan adanya razia tempat hiburan malam tersebut.
"Memang tadi malam ada razia gabungan dari Polres dan BNN Asahan,"ujar Dodi.
"Kalau mau tahu lebih banyak tanya saja Kasi Humas Polres Asahan.Soalnya mereka lebih tahu semuanya karena saya juga nggak ikut kelapangan,"jelas perwira garis dua dipundak ini.
Razia Masuk Angin
Pelaksanaan razia tempat hiburan malam (THM) itu diduga bocor atau masuk angin. Operasi yang dipimpin langsung Wakapolres Asahan, Kompol Slamet Riyadi SH MH dan Kabagops Kompol Pittor Gultom SH telah diketahui terlebih dahulu oleh pihak tertentu.
Pasalnya beberapa tempat hiburan malam (THM) yang berada di kota Kisaran terlihat tutup. Beberapa pintu lokasi hiburan itu tampak tertutup dan tidak terdengar aktivitas didalamnya.
Melihat itu masyarakat menilai razia yang dilakukan petugas itu hanya seremonial dan tidak serius. Operasi yang dilakukan terkesan setengah hati karena dilakukan sebentar dan disekitar Komplek Graha Kisaran saja.
Razia ecek-eceknya (pura-pura ) itu bang. Mau merazia macam orang pergi kondangan rame-rame konvoi kendaraan,"ungkap Hendra Gojiaw Sahputra salah seorang aktivis Asahan.
Menurut aktivis yang dikenal tegas dan berani ini disekitar lokasi petugas cuma melihat pintu-pintu THM yang tertutup rapat sembari mengambil dokumentasi.Usai itu pergi dan berjalan keliling komplek Graha lokasi beberapa hiburan malam berada.
"Masak mau merazia gelar apel dulu rame-rame disekitar lokasi. Ini namanya masuk angin atau sengaja memberi sinyal kepada pengunjung THM agar keluar," ujar Gafur Ray salah seorang warga Kisaran lainnya.
Pengamat sosial Asahan berkepala plontos ini meminta petugas kepolisian dan BNN Asahan harus lebih serius melakukan operasi THM. Karena THM itu ditenggarai menjadi lokasi konsumsi narkoba paling aman dan telah sangat meresahkan.
"Terkadang waktu keluar mau sholat subuh masih terdengar suara dentuman musik.Apa nggak ngeri kali itu,macam tak ada petugas di Asahan ini," jelas pria berparas timur tengah ini dengan senyuman khas.
"Pokoknya tutup saja Vegas Karaoke itu Sudah merusak mental generasi muda Asahan," ucapnya lagi.
(Arnes Arbain)
