Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bukan Hanya Mengajak Membaca, Karya Anak Bangsa Hadirkan Buku yang Menjawab Persoalan Mendasar Manusia

Jumat, Oktober 16, 2026, 19:09 WIB Last Updated 2026-10-16T12:10:15Z

 


Aceh Barat, kompasone.com -Gerakan literasi tidak cukup hanya mengajak masyarakat membaca. Lebih dari itu, literasi perlu menghadirkan karya yang mampu memperluas wawasan, membangun kesadaran, dan membantu masyarakat memahami persoalan nyata dalam kehidupan.


Gagasan tersebut menemukan relevansinya melalui buku Menuju Rumah Tangga Sakinah: Pedoman Pra-Nikah untuk Memahami Diri, Pasangan, dan Jalan Ibadah Bernama Pernikahan, karya Ustadz Syamsul Kamal bersama sejumlah penulis lainnya. Buku ini mendapat perhatian dalam kegiatan bedah buku pada Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya 2026.


Festival tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia literasi dan kebutuhan masyarakat terhadap bacaan yang tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga menawarkan pemahaman terhadap persoalan mendasar kehidupan manusia. Kegiatan ini digerakkan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagan Raya di bawah kepemimpinan Drs. Said Amri.


Di tengah upaya meningkatkan minat baca, kehadiran buku bertema keluarga menjadi penting karena pernikahan merupakan bagian dari kehidupan yang akan dihadapi banyak orang. Namun, tidak sedikit pasangan yang memasuki kehidupan rumah tangga tanpa persiapan pengetahuan, pemahaman diri, dan kesadaran yang memadai tentang tanggung jawab bersama.


Menghadirkan Literasi yang Dekat dengan Kehidupan


Buku Menuju Rumah Tangga Sakinah berangkat dari pemikiran bahwa membangun keluarga tidak cukup hanya dengan kesiapan usia, perasaan cinta, atau keinginan untuk menikah. Diperlukan pula ilmu, kedewasaan, pemahaman terhadap pasangan, serta kesadaran bahwa pernikahan merupakan bagian dari perjalanan ibadah.


Persoalan rumah tangga kerap muncul bukan semata-mata karena hilangnya rasa cinta, melainkan juga akibat kurangnya komunikasi, ketidaksiapan menghadapi perbedaan, lemahnya pengelolaan emosi, dan minimnya pemahaman mengenai hak serta kewajiban suami istri.


Melalui buku ini, pembaca diajak melihat pernikahan secara lebih utuh. Pernikahan bukan hanya tentang menemukan pasangan hidup, melainkan juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pasangan yang mampu memahami, menghargai, dan bertumbuh bersama.


Pendekatan tersebut membuat buku ini relevan dengan kebutuhan literasi keluarga. Bacaan tidak berhenti sebagai kumpulan informasi, tetapi diharapkan menjadi bahan refleksi bagi calon pengantin, pasangan muda, maupun masyarakat yang ingin memahami kehidupan rumah tangga secara lebih mendalam.


Pernikahan Membutuhkan Ilmu, Bukan Sekadar Keinginan


Salah satu pesan penting yang diangkat melalui buku ini adalah bahwa kehidupan keluarga membutuhkan proses belajar. Keinginan untuk menikah perlu disertai kesediaan memahami diri sendiri, mengenali karakter pasangan, membangun komunikasi yang sehat, dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab setelah akad nikah.


Pernikahan juga tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai agama. Kehidupan rumah tangga bukan sekadar hubungan sosial antara dua orang, melainkan ikatan yang membawa tanggung jawab moral dan spiritual.


Karena itu, pendidikan pranikah perlu dipahami sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu membangun keluarga secara bertanggung jawab. Persiapan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan akad, tetapi juga menyangkut bagaimana pasangan menjalani kehidupan bersama setelah pernikahan berlangsung.


Dalam konteks inilah buku Menuju Rumah Tangga Sakinah berusaha menghadirkan pembahasan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya bertanya tentang siapa yang akan dinikahi, tetapi juga tentang kesiapan diri untuk menjalani kehidupan pernikahan.


Karya Anak Daerah dengan Persoalan Universal


Ustadz Syamsul Kamal, penulis utama buku tersebut, merupakan putra kelahiran Latong, Kecamatan Jeuram, Kabupaten Nagan Raya. Karyanya mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, tetapi memiliki cakupan pembahasan yang luas karena menyangkut kebutuhan manusia dalam membangun keluarga.


Buku ini ditulis bersama Dr. Tkg. H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A.; Ustadz Marhajadwal, S.Ag., M.A.; dan Ustadz H. Khaidir, S.Ag., M.A. Sementara itu, penyuntingan dilakukan oleh Dr. Khairuddin Ishak, S.Pd., M.Pd.


Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan bahan bacaan yang dapat memperkaya pembahasan mengenai kehidupan keluarga dan pendidikan pranikah.


Kehadiran karya penulis daerah dalam festival literasi juga memperlihatkan bahwa gagasan yang lahir dari lingkungan lokal dapat membicarakan persoalan yang dirasakan masyarakat secara luas. Tempat kelahiran penulis tidak membatasi jangkauan pemikiran, selama karya yang dihadirkan mampu menyentuh kebutuhan pembacanya.


Festival Literasi sebagai Ruang Pertukaran Gagasan


Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya 2026 menjadi kesempatan untuk mempertemukan penulis, pembaca, dan masyarakat dalam ruang pertukaran gagasan. Melalui kegiatan bedah buku, sebuah karya tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga dapat dibahas, diuji pemikirannya, serta dikaitkan dengan realitas kehidupan.


Kegiatan semacam ini penting agar budaya membaca berkembang menjadi budaya berpikir. Masyarakat tidak hanya didorong untuk menyelesaikan halaman demi halaman buku, tetapi juga diajak memahami isi bacaan, mempertanyakan gagasannya, dan mengambil pelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.


Buku bertema keluarga memiliki ruang tersendiri dalam gerakan tersebut. Persoalan pernikahan, komunikasi pasangan, tanggung jawab keluarga, dan pendidikan anak merupakan bagian dari kehidupan sosial yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.


Karena itu, literasi keluarga tidak semestinya dipandang sebagai tema yang terbatas pada calon pengantin. Pengetahuan tentang membangun rumah tangga juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pasangan yang telah menikah maupun masyarakat yang ingin memperkuat pemahaman tentang kehidupan keluarga.


Bedah Buku Berlanjut di Studio RRI


Pembahasan buku Menuju Rumah Tangga Sakinah dijadwalkan berlanjut melalui kegiatan bedah buku di Studio RRI pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB.


Kegiatan tersebut dijadwalkan menghadirkan Ustadz Syamsul Kamal selaku penulis utama dan Dr. Khairuddin Ishak, S.Pd., M.Pd., selaku editor buku.


Forum ini diharapkan menjadi kesempatan untuk membahas gagasan utama buku sekaligus memperluas percakapan mengenai pentingnya ilmu dan persiapan dalam membangun kehidupan rumah tangga. Melalui ruang diskusi, pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pesan yang ingin disampaikan penulis.


Dari Budaya Membaca Menuju Budaya Memahami


Perhatian terhadap buku Menuju Rumah Tangga Sakinah membawa pesan yang lebih luas bagi gerakan literasi. Meningkatkan minat baca memang penting, tetapi upaya tersebut akan semakin bermakna ketika masyarakat juga memperoleh akses terhadap bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan persoalan nyata mereka.


Buku yang baik bukan hanya buku yang selesai dibaca, melainkan buku yang gagasannya dapat direnungkan, didiskusikan, dan dijadikan bahan untuk memperbaiki cara pandang serta tindakan.


Dalam kehidupan keluarga, pengetahuan dapat membantu seseorang memahami bahwa pernikahan bukan sekadar peristiwa sehari, melainkan perjalanan panjang yang menuntut tanggung jawab, kesabaran, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.


Melalui Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya 2026, buku Menuju Rumah Tangga Sakinah menjadi salah satu contoh bagaimana literasi dapat diarahkan untuk membicarakan kebutuhan mendasar manusia.


Sebab, pada akhirnya, gerakan literasi tidak hanya bertujuan membuat masyarakat semakin banyak membaca. Lebih jauh, literasi diharapkan membantu masyarakat semakin memahami kehidupan, mengambil keputusan dengan bijaksana, dan membangun masa depan yang lebih baik, dimulai dari lingkungan keluarga.


(Raja)

Iklan

iklan