Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Arsa Amerta Wijaya Kini Sudah Membaik Dirujuk ke RSUD DR. H. Abdul Moeloek untuk Pemeriksaan Lanjutan ‎

Selasa, Oktober 13, 2026, 23:27 WIB Last Updated 2026-10-13T16:28:13Z

 


‎Lampung, kompasone.com— Kabar menggembirakan datang dari Arsa Amerta Wijaya, balita berusia 1 tahun 6 bulan yang sebelumnya sempat mengalami kejang dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah dirujuk ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung pada Senin, 12 Oktober 2026, kondisi Arsa kini menunjukkan perkembangan positif — Arsa telah sadar.

‎

‎Kronologi Kejadian, Pada Jumat sore, 2 Oktober 2026, Arsa Amerta Wijaya, anak dari pasangan Arifin dan Grifency Amelia Stevany, masuk ke RSUD Pesawaran setelah mengalami kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit. Dalam penanganan awal, pasien didiagnosis menderita bronkitis dan meningitis.


‎Keluarga sempat menghadapi kendala saat proses rujukan, karena ruang Perawatan Intensif Anak (PICU) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek sempat tercatat penuh. Berkat koordinasi yang dilakukan, akhirnya pada Senin, 12 Oktober 2026, Arsa berhasil dirujuk dan mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.

‎

‎  Kondisi Terkini, Kini Arsa sudah sadar, meskipun kondisinya masih memerlukan pemantauan ketat. Keluarga menyampaikan bahwa setelah sadar, Arsa belum banyak berbicara maupun menangis, sehingga pemeriksaan medis lanjutan sangat diperlukan.


‎Rencana Penanganan,Tim medis merencanakan beberapa pemeriksaan lanjutan, antara lain:


‎ Pemindaian atau scan kepala untuk mengetahui kondisi lebih mendalam

‎ Konsultasi dengan dokter spesialis saraf, dr. Roro, Evaluasi menyeluruh guna menentukan langkah pengobatan selanjutnya

‎

‎ Keluarga berharap seluruh proses pemeriksaan dan perawatan dapat berjalan lancar, serta Arsa segera pulih sepenuhnya. Dukungan dan perhatian dari pihak rumah sakit, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya sangat diharapkan agar Arsa mendapatkan pelayanan yang optimal.


‎"Fokus utama saat ini adalah perkembangan kondisi Arsa serta harapan keluarga agar anak kami mendapatkan penanganan medis terbaik untuk kesembuhannya," ujar pihak keluarga.

‎

‎Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyalahkan pihak rumah sakit maupun tenaga medis, melainkan untuk menginformasikan perkembangan kondisi pasien dan pentingnya ketersediaan layanan serta koordinasi rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

‎

Muhaidin

Iklan

iklan