Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Target ZIS Belum Tercapai, Baznas Pandeglang Tetap Maksimalkan Program untuk Masyarakat

Senin, September 21, 2026, 21:22 WIB Last Updated 2026-09-21T14:23:10Z

 


PANDEGLANG, kompasone.com– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang menyebut penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan melalui verifikasi dan asesmen lapangan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.


Namun, keterbatasan penerimaan ZIS membuat sejumlah program bantuan belum dapat direalisasikan sesuai target. Salah satunya program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).


Wakil Ketua III Baznas Pandeglang Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Asep Safarudin, mengatakan proposal bantuan yang masuk cukup banyak. Dari target awal 11 unit RTLH tahun ini, baru tiga unit yang terealisasi.


"Proposal pengajuan yang masuk sebenarnya sangat banyak. Untuk program RTLH tahun ini, rencana awal kami menargetkan 11 unit rumah. Namun karena kondisi keuangan, baru bisa terealisasi tiga unit," ujar Asep.


Menurut Asep, setiap proposal yang masuk terlebih dahulu diverifikasi melalui asesmen dan pengecekan langsung ke lapangan. Hasil asesmen kemudian menjadi dasar untuk menentukan penerima bantuan berdasarkan skala prioritas.


"Ketika masyarakat mengusulkan proposal, kami berkewajiban melakukan asesmen dan cek lapangan. Kalau ada warga yang kondisinya lebih layak dibantu, temuan itu menjadi catatan kami," katanya.


Ia menambahkan, warga yang dinilai layak mendapatkan bantuan tetapi belum mengajukan proposal dapat didorong melalui pemerintah desa untuk mengajukan permohonan.


Ketua Baznas Kabupaten Pandeglang, Suherman, mengatakan penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan anggaran yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).


"Penyaluran bantuan sifatnya kondisional, melihat kebutuhan masyarakat. Jika anggarannya tersedia dan tercantum dalam RKAT, langsung kita salurkan," kata Suherman, Senin (21/9/2026).


Ia mengatakan pengerjaan perbaikan rumah penerima bantuan dikawal hingga selesai dengan melibatkan aparat desa dan kecamatan.


"Pengawasan dan pengerjaannya kita kerjakan sampai selesai. Baznas bekerja sama dengan aparat desa dan kecamatan agar penanganannya tepat sasaran dan tuntas," ujarnya.



Wakil Ketua II Baznas Pandeglang Bidang Pendistribusian, Uri Sahuri, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan penerimaan dana ZIS.


"Pendistribusian ini fleksibel melihat kondisi keuangan. Jika penerimaan belum mencapai target pada triwulan berjalan, penyaluran bisa kita sesuaikan," jelas Uri.


Untuk bantuan keagamaan seperti masjid, mushala, pondok pesantren, majelis taklim hingga lembaga pendidikan keagamaan, nominal bantuan yang tercantum dalam RKAT dibatasi sebesar Rp2,5 juta per unit atau lembaga setelah melalui verifikasi berkas.



Baznas Pandeglang menetapkan target penghimpunan ZIS tahun ini sebesar Rp6,3 miliar. Namun, hingga saat ini realisasi dana yang berhasil dihimpun baru sekitar Rp2,5 miliar.


Kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan Baznas dalam merealisasikan berbagai program bantuan, termasuk perbaikan RTLH.


"Target kami tentu ingin sebanyak-banyaknya membantu masyarakat, tetapi tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang terkumpul," pungkas Asep.


(Ali hamzah)

Iklan

iklan