Tulungagung, Kompasone.com — Pemerintah Kabupaten Tulungagung Jawa Timur melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
Salah satunya dengan melaksanakan pembangunan jamban keluarga untuk warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Program ini menyasar masyarakat yang belum memiliki akses jamban sehat, guna mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Pembangunan sebanyak 12 unit jamban keluarga ini dilaksanakan dengan total anggaran sebesar Rp 203.574.000. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 yang dikelola oleh Disperkim.
Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung, Agus Sulistiono, menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan jamban keluarga tersebut telah dimulai sejak 28 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2026.
"Jadi lama pekerjaan selama 90 hari kalender. Kita mulai 28 Juli sampai dengan 25 Oktober 20256. Total ada 12 unit jamban keluarga yang kita bangun untuk masyarakat Desa Sidomulyo," ujar Agus Sulistiono saat dikonfirmasi kompas one, Selasa (2/09/26).
Ia menambahkan, pembangunan jamban keluarga ini bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga bagian dari upaya edukasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Menurut Agus, masih banyak warga di beberapa desa yang belum memiliki jamban yang layak dan sehat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas air tanah.
"Dengan adanya jamban keluarga ini, kami berharap masyarakat Desa Sidomulyo bisa lebih sehat, lingkungan lebih bersih, dan angka stunting serta penyakit berbasis lingkungan bisa ditekan," jelasnya.
Setiap unit jamban yang dibangun telah memenuhi standar sanitasi sehat. Mulai dari konstruksi bangunan yang kokoh, septic tank yang aman, hingga sirkulasi air yang memadai. Dengan begitu, jamban dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak mencemari lingkungan.
Program ini disambut antusias oleh warga Desa Sidomulyo. Pasalnya, bantuan jamban keluarga sangat dinantikan, terutama bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
Salah satu warga mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
"Sebelumnya kami belum punya jamban sendiri. Alhamdulillah sekarang dibantu oleh pemerintah. Terima kasih kepada Disperkim Tulungagung," ungkap warga.
Disperkim Kabupaten Tulungagung menegaskan akan terus melanjutkan program peningkatan sanitasi di desa-desa lain yang masih membutuhkan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mewujudkan 100 persen akses sanitasi layak dan target Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Tulungagung.
Agus Sulistiono memastikan proses pembangunan akan diawasi secara ketat agar tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.
"Kami ingin 12 unit jamban di Sidomulyo ini benar-benar bermanfaat dan bisa langsung digunakan oleh masyarakat. Kami kawal pengerjaannya selama 90 hari agar hasilnya maksimal," pungkasnya.
Dengan tuntasnya pembangunan jamban keluarga di Desa Sidomulyo, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat meningkat dan Desa Sidomulyo bisa menjadi contoh desa yang peduli sanitasi dan kesehatan lingkungan di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung.
Singit
