TAPUT, kompasone.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) segera melakukan penanganan Tanggul Aek Sigeaon, Tarutung, sebagai langkah mitigasi bencana sekaligus menata kawasan di sekitar aliran sungai.
Penataan tidak hanya berkaitan dengan bantaran sungai, tetapi juga berdampak terhadap infrastruktur di sekitarnya.
Hal itu disampaikan Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat saat menerima audiensi perwakilan pedagang dan mahasiswa di Aula Mini Kantor Bupati Setempat, Selasa (1/9).
Penanganan tanggul dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Penanganan Tanggul Aek Sigeaon perlu segera dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana dan penataan kawasan,” kata JTP.
Selain memperbaiki tanggul, Pemkab Taput merencanakan pembenahan kawasan Aek Sigeaon agar lebih aman, tertata dan representatif. Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah kawasan pedestrian.
Aspek keselamatan katanya menjadi pertimbangan utama dalam rencana relokasi pedagang disekitaran tanggul.
Pihaknya kaya JTP tetap memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat meski penataan kawasan harus dilakukan. Karena itu, pedagang yang selama ini berjualan dan telah tercatat secara resmi akan mendapat prioritas.
“Pedagang lama yang sudah terdata akan menjadi prioritas. Tidak ada tempat untuk pedagang baru, jual beli tempat maupun sistem cabut nomor,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan pedagang dan mahasiswa menyatakan mendukung pembangunan serta pembenahan kawasan. Namun, mereka meminta pemerintah tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari lokasi tersebut.
(Bernat L Gaol)
