Kota Bengkulu, Kompasone.com. - Dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bengkulu, khususnya kawasan Perumahan Betungan Asri Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu beberapa waktu lalu memicu genangan air serta banjir lumpur di beberapa kawasan perumahan yang ada di wilayah ini, seperti Perumahan Griya Betungan Asri dan Betungan Rafflesia Asri.
Penyebab Utama dikarenakan kurang bagusnya sistem Drainase dan Penataan Ruang di perumahan Ahsani Gproup diantaranya perumahan Kemiling permai, 2,3 dan 4 yang berdampak memicu genangan Air dan lumpur kemudian terbawa hingga ke pemukiman perumahan Betungan Asri dan Perumahan Betungan Raflesia Asri seperti halnya saat hujan pada hari Minggu 16 Agustus 2026 lalu.
Kondisi ini diperparah akibat Jeleknya sistem Drainase dan Penataan Ruang di tambah beberapa saluran drainase warga sudah tertutup dengan tanah sehingga tidak berfungsi maksimal. Belum lagi memang banyaknya debut air bercampur lumpur dari kawasan perumahan Ahsani group yang di duga diantaranya merupakan perumahan milik salah satu anggota DPRD Kota Bengkulu Syamsu Ihwan Alias Iwan Ladung, yang juga menjadi ketua DPD Real Estate Indonesia Provinsi Bengkulu
Adalah Haryanto dan Sony yang merupakan warga perumahan setempat yang mengeluhkan dampak akibat genangan air dan banjir lumpur hingga menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan Furniture warga.
Kepada kompasone.com jumat 18/09/2026 keduanya mengeluh dimana menurut Haryanto dan Sony JT akibat kurang baiknya sistem saluran air atau drainase dari perumahan Ahsani Group tersebut diantaranya perumahan kemiling permai 2 , 3 dan 4 berdampak dengan tergenangnya Air dan banjir lumpur ke kawasan rumah warga yang ada di perumahan Betungan Asri dan sekitar nya.
"Banjir tersebut berasal dari pembangunan kawasan perumahan baru Ahsani Group Perumahan Kemiling permai 2,3,dan 4, akibat Genangan air dan banjir lumpur tersebut ada kurang lebih 8 unit rumah terendam banjir dan beberapa barang serta alat elektronik serta furniture mereka banyak yang rusak," kisah Haryanto.
Senada dengan Haryanto Sony mengomentari dampak banjir tersebut, menurut Sony seyogyanya wakil rakyat itu harus merakyat, bukan kemudian melakukan tindakan yang merugikan bagi Rakyat.
"Pada hari minggu 16 Agustus 2026 lalu Kota Bengkulu diguyur hujan deras dan terjadi banjir lumpur tanah kuning yang mengalir di perumahan Betungan asri tepatnya di Jalan Air Pauh 1 RT 28 RW 02 Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, hal ini tentu sangat menggangu masyarakat di kawasan pemukiman ini, kami meminta kepada pengembang perumahan Kemiling Permai tersebut segera merubah sistem drainasenya sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar," tegas Sony.
Di tambahkan Sony masyarakat sudah berupaya melaporkan permasalahan ini kepada pemerintah setempat dalam hal ini Lurah Kelurahan Betungan akan tetapi tidak ada tindakan nyata, hanya ada alat berat membersihkan sisa tanah yang menutupi jalan itupun tidak selesai dan hanya sekedarnya saja.
"Masyarakat selama ini sudah melakukan upaya pelaporan kepada pemerintah setempat dengan cara lisan dan membuat laporan tertulis akan tetapi belum ada tindakan nyata dari pengembang namun belum ada tanggapan serius penyelesaian perkara ini, sebagai wakil rakyat pak Iwan ladung itu harusnya peka terhadap permasalahan warga, respon keluhan kami pak," jawab Sony Kesal.8
Sementara itu di tempat terpisah Perwakilan pengembang Ahsani Group Haikal kepada awak media menerangkan, sebenarnya dampak turun nya bunga tanah itu sudah diupayakan atasi sedari awal dengan membuat pelapis tebing agar bisa menahan bunga tanah itu, tapi karena curah hujan kadang tinggi maka bunga tanah itu masih terbawa arus bersama air yang menyebabkan kerugian kepada warga terdampak.
"Alhamdulillah berkat informasi dari rekan Kompasone.com karena keluhan warga tersebut, kami dari pihak Ahsani grup sudah menyelesaikan perselisihan dan ganti rugi kepada warga tersebut," ujarnya.
Sebagai informasi semenjak jadi Anggota DPRD Kota Bengkulu bapak Syamsu Ihwan secara resmi tidak lagi menjadi direktur di perusahaan perumahan tersebut.
Pewarta : susyanto
